5 Puisi Chairil Anwar Bermetafora Alam yang Akan Terus Hidup Seribu Tahun

Klikhijau.com - Chairil Anwar, penyair yang mati muda. Ia bergelar Binatang Jalang. Gelar itu terdapat dalam diksi dalam puisinya yang berjudul AKU. Pada puisinya itu, ada diksi “aku ini binatang jala...

5 Puisi Chairil Anwar Bermetafora Alam yang Akan Terus Hidup Seribu Tahun
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Chairil Anwar, penyair yang mati muda. Ia bergelar Binatang Jalang. Gelar itu terdapat dalam diksi dalam puisinya yang berjudul AKU. Pada puisinya itu, ada diksi “aku ini binatang jalang.”

AKU adalah puisi lelaki kelahiran, 26 Juli 1922 tersebut yang paling terkenal. Ia menghiasi buku-buku pelajaran bahasa Indonesia di sekolah hingga perguruan tinggi.

Chairil, salah satu penyair tersohor milik Indonesia. Bahkan, hingga saat ini karya-karyanya masih tetap eksis di dunia syair.

Banyak puisi lelaki yang meninggak di Jakarta pada tanggal 28 April 1949 tersebut yang menggunakan metafora alam atau lingkungan.

[irp]

Jika kamu penasaran, Klikhijau telah merangkum 5 puisi Chairil Anwar yang menggunakan metafora alam pada beberapa baitnya:

Kawanku dan Aku

Kami sama pejalan larut
Menembus kabut
Hujan mengucur badan

Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan
Darahku mengental pekat.
Aku tumpat pedat
Siapa berkata-kata…?

Kawanku hanya rangka saja
Karena dera mengelucak tenaga
Dia bertanya jam berapa?

Sudah larut sekali
Hilang tenggelam segala makna
Dan gerak tak punya arti

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: