13 Alasan Paling Masuk Akal Kenapa Penggunaan Kantong Plastik Harus Dilarang

Klikhijau.com - Kantong Plastik Sekali Pakai  (PSP) dan plastik masih jadi masalah global. Jumlah sampah PSP cukup mencengangkan. Di Indonesia saja, menurut Data dari Making Oceans Plastic Free pad...

13 Alasan Paling Masuk Akal Kenapa Penggunaan Kantong Plastik Harus Dilarang
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kantong Plastik Sekali Pakai  (PSP) dan plastik masih jadi masalah global. Jumlah sampah PSP cukup mencengangkan.

Di Indonesia saja, menurut Data dari Making Oceans Plastic Free pada 2017 lalu. Setiap tahun Indonesia menggunakan kantong PSP rata-rata ada 182,7 miliar.

Sementara di Amerika Serikat menurut Badan Perlindungan Lingkungan (EPA penggunaan kantong PSP lebih dari 380 miliar setiap tahun

Tidak mengherankan jika sekitar 73 persen sampah di pantai adalah kantong plastik. Kantong plastik mencemari garis pantai, saluran air, dan lautan sehingga merusak hewan dan ekosistem.

Mirisnya, sampah jenis ini butuh waktu lama untuk terurai. Selain alasan di atas, berikut 12 alasan kenapa kita mesti berhenti menggunakan kantong PSP:



  • Mengandung racun



Plastik mengandung polutan seperti bifenil poliklorinasi yang mengganggu hormon manusia dan meningkatkan rantai makanan.

Setelah ikan mengonsumsi potongan plastik yang mengandung racun ini, bahan kimia tersebut menemukan jalannya melalui rantai makanan hingga mencapai manusia yang mengonsumsi ikan tersebut.

Selain itu, bahan kimia yang terdapat pada plastik dapat mengubah perilaku hewan laut.

Penelitian yang dipublikasikan di Biology Letters menemukan bahwa ketika periwinkle dihadapkan pada kepiting, predator alami mereka, mereka merasakan bahan kimia kepiting di dalam air dan bersembunyi di cangkangnya, namun plastik mencegah mereka melakukan hal tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa ketika periwinkle ditempatkan di air yang sebelumnya mengandung butiran plastik, mereka tidak dapat merespons isyarat kimia dengan cara yang normal.

Jadi, racun dalam plastik mengganggu fungsi normal hewan laut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2