Plastik Berkontribusi Besar pada Pengasaman Laut

oleh -30 kali dilihat
WALHI Menilai Penyusunan Rencana Zonasi Kawasan Antarwilayah Laut Sawu Inkonstitusional
Ilustrasi laut - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Plastik, lagi-lagi  kembali membuat ulah. Ulah terbarunya adalah plastik berkontribusi pada pengasaman laut.

Bukti jika plastik jadi salah satu penyebab pengasaman luat itu dibeberkan sebuah studi yang dipimpin oleh Institut de Ciències del Mar (ICM-CSIC).

Hasil studi itu dipublikasikan dalam jurnal Science of the Total Environment. Dampak dari adanya peningkatan keasaman laut akan mempersulit organisme yang mengapur, seperti karang untuk mempertahankan kerangka mereka.

Angka plastik yang mencapai laut setiap tahun sungguh mencengangkan, mencapai 13 juta ton. Diperkirakan ada sekitar 250.000 ton lebih yang mengapung di lautan.

KLIK INI:  Pencemaran Abu Batubara di Perairan Permukaan Lebih Persisten, Benarkah?

Saat ini ada dua masalah terbesar lautan, yakni polusi plastik dan pengasaman. Menurut studi tersebut  ketika sinar matahari mendegradasi plastik, senyawa karbon organik terlarut dilepaskan. Senyawa kimia organik ini menyebabkan penurunan tingkat pH.

“Berkat penelitian ini, kami dapat membuktikan bahwa di area permukaan laut yang sangat tercemar plastik, degradasi plastik akan menyebabkan penurunan hingga 0,5 unit pH, yang sebanding dengan penurunan pH yang diperkirakan dalam skenario emisi antropogenik terburuk untuk tahun-tahun mendatang di akhir abad ke-21,” kata penulis pertama studi, Cristina Romera-Castillo.

Sinar ultraviolet matahari menyebabkan degradasi plastik. Menyebabkan plastik pecah menjadi potongan-potongan kecil. Beberapa partikel ini, yang dikenal sebagai mikroplastik—hanya memiliki panjang kurang dari 5 milimeter.

Saat terkena sinar matahari dan erosi, plastik menjadi “tua”. Paparan ini menghasilkan peningkatan pelepasan senyawa kimia ke dalam air dan menyebabkan penurunan pH air.

KLIK INI:  Perihal Polusi Termal, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Sumber kimia dari plastic itu sendiri

Senyawa kimia yang dikeluarkan oleh plastik dapat berasal dari plastik itu sendiri atau bahan tambahan yang memberikan warna atau ketahanan plastik. Beberapa dari senyawa ini adalah asam organik, itulah sebabnya mereka berkontribusi pada penurunan pH.

Untuk penelitian ini, para peneliti memaparkan plastik baru dan lama ke suhu dan radiasi matahari. PH air dan jumlah karbon organik terlarut yang dilepaskan oleh mikroplastik juga dianalisis.

KLIK INI:  Coca-Cola Amatil Indonesia Bangun Fasilitas Daur Ulang Botol Plastik

Dengan hanya enam hari terpapar sinar matahari, plastik tua melepaskan sejumlah besar senyawa karbon organik terlarut – yang menyebabkan penurunan pH air yang signifikan.

Eksperimen menggunakan polistiren baru, polietilen densitas rendah (LDPE), dan fragmen plastik biodegradable tidak menunjukkan penurunan pH yang substansial.

“Hasil ini menunjukkan bahwa plastik tua lebih mempengaruhi pengasaman daripada plastik baru. Hal yang sangat mengkhawatirkan, karena sebagian besar plastik yang ditemukan di laut, apa pun jenisnya, terdegradasi,” pungkas Romera-Castillo.

KLIK INI:  Tidak Terduga, Ini 9 Sumber Mikroplastik yang Patut Diwaspadai

Sumber: Earth