Telur Anti Corona: Humor dan Rumor dalam Masyarakat Indonesia

Klikhijau.com - Telur anti corona, memang ada? Tulisan ini merefleksi tentang selera humor dan kebiasaan orang Indonesia merespons rumor setiap waktu. Pada pukul 21.36 WIB, saya menerima broadcast...

Telur Anti Corona: Humor dan Rumor dalam Masyarakat Indonesia
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Telur anti corona, memang ada? Tulisan ini merefleksi tentang selera humor dan kebiasaan orang Indonesia merespons rumor setiap waktu.

Pada pukul 21.36 WIB, saya menerima broadcast pesan di Whatsapp yang menyampaikan bahwa pada pukul 7 malam tadi ada anak yang baru lahir, bisa berbicara. Sang anak bilang agar "kita semua harus makan telur, karena telur dapat mencegah atau menjadi vaksin dari virus covid-19."

Kabarnya, "anak ajaib" tersebut menyampaikan "pesan ajaib" itu saat orangtuanya mau pulang, tepatnya di pintu rumah sakit.

Pesan yang saya terima dari seorang kawan berambut sedikit pirang di Saumlaki, sebuah kota kecil di Kepulauan Tanimbar, yang berdekatan dengan Darwin, Australia itu, kemudian saya coba cross-check.

"Saya cuman mau bagi saja, kalau tidak percaya juga tidak apa-apa," di bawah tulisan itu. Tak lama, kabar itu dikonfirmasi oleh kawan tersebut bahwa "itu berita hoax" sambil mengirimkan tangkapan layar dari sebuah akun Facebook yang meminta maaf telah menyebarkan berita "mukjizat telur ajaib" tersebut.

[irp]

Kehebohanย 

Di sudut kota lain, tepatnya di Tobelo, seorang kawan menyampaikan kegeramannya akan berita itu. Pasalnya, pada malam (25-26 Maret 2020) itu banyak orang heboh mencari telurย  ย di warung.

Telurnya itu harus direbus; dibikin dadar juga tidak boleh. Pada malam itu, orang-orang--terutama mama-mama di kampung--sampai pada sibuk menelepon keluarganya atau keluar rumah di jam-jam sahur dengan satu misi: dapatkan telur, rebus sebelum subuh! Diktum ini hanya berlaku malam ini, sesuai arahan "bayi ajaib" tersebut.

Kesal dengan kejadian itu, seorang kawanku di utara pulau Halmahera menulis yang dalam bahasa Melayu Ternate yang kira-kira berarti: "Besok malam disuruh rebus anaconda...kalian cari anaconda ya."

Kesal betul dia dengan informasi itu, dia menulis tagar #fuma yang berarti "bodoh" untuk menggambarkan bahwa informasi yang seperti itu kok dipercaya. Dan orang-orang harus cari-cari telur malam-malam di tengah protokol dari pemerintah agar masyarakat "stay at home" agar mencegah pandemi wabah coronavirus.ย 

[irp]

Di sudut lainnya, dari Fitu, sebuah kelurahan di Ternate Selatan, kawan lainnya juga berstatus: "Apa apa dengan telur matang tengah malam? Sampai subuh-subuh dapat telepon cuma tanya tentang telur. Corona bikin otak oon."

Berharap di tengah wabah corona, lanjut kawan yang menggeluti ilmu kimia hingga ke New Zealand itu, "kita semua tetap waras."

Di tempat lain, Galela, kawan lainnya juga bikin status: "Malam ini pukul 02.40WIT, saya terganggu dengan keributan di luar. Mereka panit karena di seberang ada telepon untuk segera mencari telur anti corona...Ternyata, sebagian besar orang sudah borong telur dan orang yang teriak telur anti corona pun sudah pergi entah kemana...Masyarakat kampung pun jadi heboh."

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: