Tangan Tuhan di Dua Musim

Tangan Tuhan di Dua Musim   senja tiba bersama kabut menuju malam. dan hujan mengintip di jendela langit gigil mulai meremasi tubuh yang lupa mandi sore. bau keringat dan aroma kopi yang baru...

Tangan Tuhan di Dua Musim
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Tangan Tuhan di Dua Musim

 

senja tiba bersama kabut menuju malam. dan hujan mengintip di jendela langit

gigil mulai meremasi tubuh yang lupa mandi sore. bau keringat dan aroma kopi yang baru dipetik menempel di ketiak

tahun-tahun selalu berkejaran. antara panas dan hujan. di antara keduanya, hujanlah bersetia bermukim di mata

kehadiran hujan adalah tangan tuhan mengusap ubun para petani. dan ketiadaan kemarau adalah tangan tuhan yang memetik cengkeh dan kopi lebih awal dari masa panen

Kindang, 4 Mei 2024.

Yang Dirampas Hujan

 

harusnya sejak tadi kau pejamkan mata. saat cui-cui menyembunyikan kepala ke dalam sayapnya.

mendung sejak senja mengantar banyak duri ke dalam kepalamu. duri itu menusuk semua sisi dari tubuhmu. lelapmu menghilang jauh ke dalam bara api

kali kecil di depan rumahmu, sewaktu-waktu bisa mengirim air mata langit yang merindu bumi.

air itu tak  hanya membawa rindu, juga segala lumpur, sampah, ranting, dan semua ketakutan.

lelap tak datang bermalam-malam, saat hujan berubah air mata

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2