Tangan Tuhan di Dua Musim

Tangan Tuhan di Dua Musim   senja tiba bersama kabut menuju malam. dan hujan mengintip di jendela langit gigil mulai meremasi tubuh yang lupa mandi sore. bau keringat dan aroma kopi yang baru...

Tangan Tuhan di Dua Musim
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

 

Kindang, Mei 2025

Selain Bumi

 

ke mana kau pergi saat hutan tak lagi menyimpan air?

 saat matahari tiba di kepalamu tanpa perantara daun-daun.

kau tak bisa berlama-lama dalam pelukan. keringat bisa merampas napasmu yang hanya satu itu.

tak ada umur panjang yang dijual. pun tak ada bumi lain selain yang kau pijaki saat ini.

ke mana kau pergi ketika bumi tak lagi berbelas kasih kepadamu?

sebab kau mengencinginya di mana-mana

 

Kindang, Mei 2025

Sebab Puntung Rokok

 

aku sedang menunggu lampu kau padamkan. aku hanya ingin meraba hidungmu. apakah napasnya masih air atau telah jadi api

kemarin kau membuang puntung rokok di kebun. apinya masih menyala

"akan padam dengan sendirinya," katamu.

malamnya api menjilat-jilat rambutmu. dan napasmu terasa sangat panas

 

Kindang, Mei 2025

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2