Tak Maukah Kau Menciumiku Sekali Saja?

 Kayu yang Lapuk di Mata Ayah   Aku tak tahu rahasia apa yang ayah sembunyikan rapat-rapat dari ibu Ketika aku berusaha mencuri dengar Suara dobrakan pintu lebih nyaring dari dengkuran aya...

Tak Maukah Kau Menciumiku Sekali Saja?
Bacakan Artikel

 Kayu yang Lapuk di Mata Ayah


 

Aku tak tahu rahasia apa yang ayah sembunyikan rapat-rapat dari ibu
Ketika aku berusaha mencuri dengar
Suara dobrakan pintu lebih nyaring dari dengkuran ayah.

Sedang ayah, setelah ijab qabul, cintanya ke ibu sekedar sarana menyalurkan kelakiannya. Dia lebih memilih merawat puntung rokok dari pada mencari kayu bakar

Juga lebih sering mengasah keris ketimbang mengasah pisau dapur ibu

Aku ingat betul ketika rumah ibu berhenti dibangun. Tanpa plafon dan bata merahnya tak tertutup plaster. Lalu ibu merelakan cincin kawin di meja gadai dan melepas kudanya diambil percuma oleh lelaki berseragam teman ayah.

Malam berikutnya, lelaki berseragam itu tetap datang membawa ayah, sesuatu melingkari kedua pergelangan tangannya. Semacam besi putih entah apa namanya. Ia menculik ayah. Membawanya pergi entah kemana

Hitungan hari lelaki berseragam yang menculik ayah lebih sering bertandang ke ruang tamu ibu

Hitungan hari lelaki berseragam yang menculik ayah lebih sering bertandang ke ruang tamu ibu
Setiap kali ia menyentuh tangan ibu
Maka jarum pentul ibu akan menusuk jari-jemarinya. Setengah berteriak dia berkata, aku akan menjadikanmu janda!

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: