Serentang Jarak

Ia baru saja bangun. Bekas iler masih mengilar di dekat bibirnya. Warnanya putih dengan bau menyengat. Semalam ia tidur cepat dan lupa sikat gigi. Gigil menyergapnya di awal malam, dan selimut tebal m...

Serentang Jarak
Bacakan Artikel

Kakakmu diam saja, menatap ujung sepatunya. Ada rasa malu terlihat dari gerak geriknya.

โ€œIni pertama kalinya aku mencuri,โ€ kata kakakmu.

Kakakmu seperti menyadari jika semalam identitasnya telah terbuka. Apalagi Halamuddin adalah musuhnya. Ia membawa lari kekasih Halamuddin tujuh tahun lalu.

Kakakmu dan Halamuddin berteman baik. Sering saling mengunjungi. Sering ย ย bermain bersama ย saat masih bocah. Dan pada saat tire masih jadi gulma yang meresahkan. Batang tire yang lunak serupa batang keledi itu, mereka sahung โ€œaduโ€.

Caranya dengan memasang semacam taji atau pisau kecil yang terbat dari seng. Diikat pada batang tire, satu orang akan membuang ke atas batang tirenya dan satu orang melemperi batang tire itu. Jika terkena sabetan taji, tire yang kena akan patah, maka pemiliknya akan kalah.

Ketika mereka bertarung, batang tire jagoan kakakmu salah sasaran. Mendarat tepat di pipi kanan Halamuddin. Pipi Halamuddin tergoresโ€”darah mengucur.

Keduanya lalu berduel saling tinju. Dan sejak itu permusuhan keduanya dimulai. Dan diperparah ketika kakakmu membawa lari kekasih Halamuddin.

โ€œUntuk apa ke sini?โ€ tanyanya lagi. Kakakmu terbelalak. Ia menyampirkan totebag di tangannya pada reranting kopi.

โ€œKantong ini berisi uang, hasil penjualan tire yang kucuri. Ambil dan lamar adikku, Risla,โ€ kata kakakmu lalu melangkah pergi.

Ia tak bisa mengeluarkan kata-kata. Matanya hanya melotot, geramnya meluntur. Seluntur sore yang beralih ke senja.

โ€œApakah jarak antara kita kian dekat atau kian merentang?โ€ keluhnya, kemudian menaikkan setengah karung tire ke punggungnya.

 

Kindang, 12 Mei 2020

[irp]

Pilih Halaman: