Serentang Jarak

Ia baru saja bangun. Bekas iler masih mengilar di dekat bibirnya. Warnanya putih dengan bau menyengat. Semalam ia tidur cepat dan lupa sikat gigi. Gigil menyergapnya di awal malam, dan selimut tebal m...

Serentang Jarak
Bacakan Artikel

Orang pertama adalah sepupunya sendiri, dan yang kedua adalah lelaki yang merampas kekasihnya dulu dengan terpaksa. Membawanya lari.

Maka kebencian Halamuddin kepada lelaki kedua itu semakin bukit. Orang kedua itu, kakakmu.

Zona merah

Ia teringat teleponmu semalam. Apakah akan mengabarkan jika kakakmu jadi buronan. Pagi hari Halamuddin melapor ke Pak Desa. Ia ditanggapi dingin saja. Bahkan Pak Desa baru bangun setelah Hala mendatangi kamarnya, jam telah menunjukkan angka sembilan saat itu.

Ia ingin mengunjungi rumahmu, tapi tak mungkin. Pandemi corona membuatnya bertahan, kampungmu telah zona merah. Telah terjadi penguncian wilayah yang tak memungkinkan ia datang. Pun demikian denganmu.

Karena teror virus corona pula, rasanya tak mungkin bisa melamarmu secepatnya. Musim tire yang ia janjikan akan berlalu angin saja. Kau dan keluargamu pasti akan paham, tak ada gelaran pesta di tengah pesta pandemi corona.

Ia hanya membaca tiga halaman seri Bu Kek Siansu sebelum melangkah keluar rumah menuju rumah Halamuddin.

Di halaman rumah batu itu, orang-orang telah kembali berkerumun. Mengabaikan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak. Banyak pula tak memakai masker, termasuk dirinya.

โ€œArea ini harus disemprot desinfektan,โ€ ujar Rasadi, pemuda yang menjadi relawan covid-19. Maka tanpa dikomando ia menyemprot semua area itu, melarang orang yang datang memegang apa saja.

โ€œKita tidak tahu, jangan sampai pencurinya dari ย zona merah,โ€ ia mengungkap alasannya kepada warga. Warga kemudian terlihat pucat.

โ€œLaporkan segera yang sudah pegang sesuatu, โ€ lanjut Rasadi. Warga kian pucat.

Sementara Halamuddin yang sudah tahu, jika pencuri itu adalah kakakmu, yang datang dari zoa merah hanya mengangguk.

Halamuddin memang telah memberitahukan ย Rasadi, sepupunya sendiri siapa yang mencuri tirenya.

Dan Rasadi menyampaian kepadanya bahwa kakakmu yang melakukannya. Ia geram dan ingatlah ia akan teleponmu semalam yang terabaikan.

Resah dari pertemuan

Ia mencabut dua atau lima batang tire. Ia tak memperhatikan apa yang terjadi di sekitarnya. Ia kaget ketika mendongakkan kepala, dan kakakmu berdiri tiga meter darinya.

Kakakmu memakai masker dan kaos tangan. Ia menentengย  totebag warna hijau muda. ย Keduanya saling pandang. Rasa benci menjalar dari hatinya. Orang di depannya adalah pencuri yang sekalikgus calon kakak iparnya.

Ia menghentikan aktivitasnya mencabut tire. Menatap saja kakakmu dengan gigi gemeratakโ€” tanda benci yang liar. Kakakmu tak bergerak. Kakakmu hanya menundukkan wajahnya. Tak berani menatapnya.

โ€œApa yang kau lakukan di sini, apa kau juga akan mencuri tireku,โ€ tanyanya. Parang telah ia siapkan dengan sangat siaga. Jika kakakmu marah dan menyerangnya. Ia akan bertaruh nyawa.

[irp]

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: