Selain Pembangunan, Ini Ancaman Nyata bagi Pepohonan di Perkotaan

oleh -9 kali dilihat
Aku, Pohon Dao, dan Cerita Saat Bersantai di Hutan Kota Unhas
Suasana di hutan kota Unhas - Foto: Taufiq Ismail

Klikhijau.com – Pembangunan di daerah perkotaan sering mengorbankan pepohonan. Bekas tumbuhnya pepohonan itu berganti tanaman lain yang bernama beton.

Misalnya saja di Kota Makassar. Dulu jalan Andi Pangeran Pettarani sangat rimbun dengan pepohonan. Tapi dibabat habis karena plebaran jalan dan pembangunan jalan tol.

Padahal beton yang menggantikan pepohonan tidak mampu memberi oksigen bagi masyarakat urban. Beton juga tidak bisa menyerap polusi udara yang menjadi ancaman nyata bagi kesehatan saat ini. Pun beton tak bisa menyerap dan menyimpan air.

Pepohonan di wilayah perkotaan rasa-rasanya tidak bisa hidup tenteram. Karena sewaktu-waktu bisa saja ditebang dengan alasan pembangunan.

KLIK INI:  Yang Tak Terduga dari Dampak Perubahan Iklim

Selain pembangunan, baik gedung dan pelebaran jalan. Ancaman lain pepohonan di perkotaan adalah perubahan iklim.

Perubahan iklim berkiblat pada perubahan suhu dan pola cuaca dalam jangka panjang. Pergeseran ini terlihat bersifat alami. Namun, nyatanya sejak periode 1800-an pendorong utama terjadinya perubahan iklim adalah aktivitas manusia, misalnya  pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak, dan gas) yang dapat menghasilkan gas yang memerangkap panas.

Perubahan iklim telah membawa beragam petaka, misalnya cuaca yang sulit diprediksi, kemarau  berkepanjangan, gelombang panas, hujan lebat hingga angin kencang.

Kesemuanya itu dapat melahirkan permasalah lingkungan yang ujung-ujungnya akan berdampak pada kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya, termasuk pepohonan.

KLIK INI:  Mobil listrik, Kendaraan Masa Depan dan Ramah Lingkungan yang Kian Diminati
Studi terbaru

Menurut penelitian CNRS dari laboratorium Ecology and Dynamic of Anthropogenic Systems di University of Picardy Jules Verne. Tanaman yang paling terdampak perubahan iklim adalah pepohonan yang tumbuh di perkotaan.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Climate Change itu memaparkan bahwa para ahli telah menetapkan penilaian risiko global pertama untuk pohon perkotaan.

Temuan para peneliti terbilang menyedihkan, sebab mereka menemukan bahwa 56 hingga 65 persen spesies pohon yang ditanam di perkotaan terancam oleh peningkatan suhu dan penurunan curah hujan.

Jumlah pohon perkotaan yang terancam oleh perubahan iklim pada pertengahan abad ini bakal mencapai 68 hingga 76 persen.

“Perubahan iklim mengancam kesehatan dan kelangsungan hidup pohon perkotaan dan berbagai manfaat yang diberikannya kepada penduduk perkotaan. Di sini, kami menunjukkan bahwa 56% dan 65% spesies di 164 kota di 78 negara saat ini melebihi kondisi suhu dan curah hujan yang dialami masing-masing dalam rentang geografis mereka,” tulis para peneliti seperti dikutip dari Earth.com.

KLIK INI:  Apa Itu COP26? Apa Kaitannya dengan Isu Perubahan Iklim?

Para ahli menemukan, misalnya, bahwa kenaikan suhu akan menempatkan 71 persen spesies pohon dalam bahaya di Prancis pada tahun 2050. Di Montpellier, abu biasa akan menjadi salah satu spesies yang paling berisiko.

“Kami menilai 3.129 spesies pohon dan semak, menggunakan tiga metrik yang terkait dengan kerentanan iklim: paparan, margin keamanan, dan risiko,” tambah penelitian tersebut.

Keuntungan bagi negara kaya

Menurut para peneliti, sangat umum bagi spesies untuk ditanam di kota-kota di bawah kondisi iklim yang penuh tekanan. Di sisi lain, kota-kota tertentu – terutama yang lebih kaya. Mereka mampu mengeluarkan uang untuk menyirami pohon di saat kekeringan dan mengurangi dampak perubahan iklim. Ke depan, risiko akan meningkat serta biaya perawatan.

“Risiko diperkirakan paling besar di kota-kota di lintang rendah, misalnya New Delhi dan Singapura. Di mana semua spesies pohon perkotaan rentan terhadap perubahan iklim. Temuan ini membantu evaluasi dampak perubahan iklim untuk mengamankan manfaat jangka panjang yang diberikan oleh hutan kota,” tulis penulis penelitian.

KLIK INI:  Daftar Negara yang Melekatkan Bunga sebagai Lambang Kebangsaannya

Studi tersebut menyoroti perlunya strategi untuk membantu pohon perkotaan mengatasi perubahan iklim, terutama mengingat pohon akan menjadi semakin penting sebagai penyejuk udara alami selama gelombang panas.

Pepohonan di daerah perkotaan memiliki peran yang penting, sayangnya peran pentingnya itu tidak cukup membuatnya jadi prioritas penyelamatan. Pepohonan masih kalah penting oleh pembangunan gedung hingga jalan.

Jadi, dengan adanya perubahan iklim. Ancaman pepohonan di perkotaan semakin berlipat. Bisa saja, beberapa tahun ke depan. Tidak ada lagi pepohonan yang kita temukan di daerah perkotaan. Iya, bisa saja demikian.

KLIK INI:  Alih Fungsi Lahan, Ancaman Krisis Pangan dan Pertanian Berkelanjutan