Studi: Ban Bekas Kini Dikembangkan Jadi Beton

oleh -40 kali dilihat
Studi Ban Bekas Kini Dikembangkan Jadi Beton
Ban bekas-foto/Pixabay

Klikhijau.com – Limbah ban atau ban bekas kadang berakhir begitu saja di lingkungan. Di Indonesia, limbah ban adalah media favorit, khususnya mahasiswa ketika melakukan aksi di jalan. Ban bekas itu akan dibakar yang akan menguarkan asap hitam tebal dan bau tak sedap.

Di sisi lain, banyak pula yang memanfaatkan ban bekas sebagai bahan kerajinan, misalnya pot bunga hingga kursi.

Sebagian besar ban bekas terkubur di tempat pembuangan sampah dan melepaskan bahan kimia beracun ke dalam tanah, atau dibakar, menciptakan emisi karbon dioksida.

Karenanya, pemanfaatan limbah ban atau ban bekas terus saja dikembangkan, kini Insinyur di RMIT University di Australia mengembangkan jenis beton baru dari limbah ban.

KLIK INI:  Memanen Hikmah dari Sehimpun Peribahasa tentang Laut beserta Maknanya

Para peneliti di seluruh dunia telah bekerja untuk menggantikan bahan yang digunakan untuk membuat beton tetapi sebagian besar tidak berhasil.

Sekarang, para insinyur di RMIT menegaskan bahwa semua bahan berbatu yang digunakan dalam pembuatan beton dapat diganti dengan ban bekas.

Dorong ekonomi sirkular

Saat ini, hampir satu miliar ban dibuang di tempat pembuangan sampah setiap tahun di seluruh dunia. Ketika ban ini dibuang ke tempat pembuangan sampah , mereka melepaskan racun berbahaya ke dalam sumber air yang tersedia. Atau, ban dibakar, menambah masalah emisi karbon yang sudah mengerikan di dunia.

“Memanfaatkan limbah untuk membuat beton dapat memecahkan masalah lingkungan dan memainkan peran penting dalam ekonomi sirkular,” kata Mohammad Momeen Ul Islam, penulis utama makalah yang diterbitkan dalam jurnal  Sumber Daya, Konservasi dan Daur Ulang .”

Dua tahun lalu, tim RMIT mencoba mencampurkan karet yang digerus dengan beton untuk membuat lapisan jalan. Para insinyur telah mencoba beberapa tes dunia nyata dan menemukan bahwa beton berbasis karet bekerja jauh lebih baik daripada beton tradisional.

KLIK INI:  Studi: Di Mana pun, Air Hujan Tidak Lagi Aman untuk Diminum

Upaya sebelumnya untuk mengganti semua bahan dalam beton terbukti sia-sia dengan produk yang dihasilkan terbukti lebih lemah. Peneliti menyadari bahwa kelemahan tersebut disebabkan banyaknya pori-pori pada karet.

Untuk mengatasi situasi ini sekali dan untuk selamanya, para peneliti memutuskan untuk menyingkirkan pori-pori. Mereka memasukkan campuran basah ke dalam cetakan dan menekannya untuk menghilangkan semua pori-pori. Hasilnya, mereka menemukan bahwa produk tersebut dua kali lebih kuat dari produk yang dikembangkan sebelumnya.

“Beton yang baru kami kembangkan adalah beton ringan struktural. Karena ringan, akan mengurangi biaya transportasi, dan menjadi anggota beton pracetak, itu akan mengurangi waktu konstruksi dan menghemat biaya tenaga kerja. Oleh karena itu, akan memberikan manfaat ekonomi,” ungkap Ul Islam.

Sementara beton akhir yang dikembangkan oleh para insinyur cukup kuat, mereka masih mencari untuk membuatnya lebih kuat. Mereka mengatakan bahwa mereka sedang mencari mitra untuk meningkatkan produk.

Sahabat hijau, dengan adanya temuan ini, bisa jadi ban bekas di Indonesia tak lagi dibakar atau dibuang ke lingkungan, tapi akan disulap pula menjadi beton.

KLIK INI:  Mengenal Bioremediasi, Cara Memulihkan Lingkungan dari Zat Berbahaya

Dari Inhabitat.com