Tiga Ngengat Jenis Baru Ditemukan Peneliti BRIN, Satu di Antaranya Mengancam Petani Cengkeh

Klikhijau.com – Ngengat merupakan jenis serangga nocturnal atau yang aktivitasnya banyak dilakukan pada malam hari. Kehadirannya sangat dibutuhkan sebagai penyerbuk. Perannya penting dalam menjaga...

Tiga Ngengat Jenis Baru Ditemukan Peneliti BRIN, Satu di Antaranya Mengancam Petani Cengkeh
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Ngengat merupakan jenis serangga nocturnal atau yang aktivitasnya banyak dilakukan pada malam hari. Kehadirannya sangat dibutuhkan sebagai penyerbuk.

Perannya penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sehingga dapat digunakan sebagai bioindikator perubahan kualitas lingkungan.

Karena itu, kehadiran ngengat harusnya menjadi kabar baik. Meski begitu, ada juga ngengat yang perlu diwaspadai. Namanya Cryptophasa warouwi.

Ngengat Cryptophasa warouwi adalah jenis baru yang berhasil diidentifikasi oleh beberapa peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beserta tim dari Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi.

Bukan hanya Cryptophasa warouwi yang berhasil diidentifikasi diawal tahun 2024 ini oleh para peneliti, tapi ada dua ngengat jenis baru lainnya, yakni Glyphodes nurfitriae dan Glyphodes ahsanae.

Khusus untuk Cryptophasa warouwi, kehadirannya perlu diwaspadai oleh petani, khususnya petani cengkeh. Ngengat ini berpotensi merusak tanaman cengkeh, khusunya batang dan rantingnya.

Berdasarkan laman BRIN, Cryptophasa wallowi merupakan hama endemik yang sedang berkembang di Pulau Sangihe, Sulawesi Utara, sehingga petani perlu mengantisipasi potensi serangannya.

Sementara itu, dua spesies ngengat  baru lainnya, yaitu Glyphodes nurfitriae dan Glyphodes ahsanae, telah teridentifikasi berasal dari Papua.

Penemuan ini akan sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman kita tentang keanekaragaman Cryptophasa di wilayah Wallacea dan memperjelas status hamanya.


Hari Sutrisnom, salah satu peneliti Pusat Penelitian Sistematika dan Evolusi Biologi BRIN (PRBE)  yang terlibat dalam penemuan tersebut mengungkapkan, larva Cryptophasa dikenal sebagai hama yang membuat lubang pada cabang dan batang.

Hewan nokturnal ini mencari makan dengan memotong dedaunan, membuat terowongan, dan menutup lubangnya dengan jaring sutra dan kotoran.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2