Keren! 30 Anak Muda Sulsel Berkumpul di Forest Youthverse Summit Makassar demi Kelestarian Hutan

Klikhijau.com - Kegiatan Forest Youthverse Summit Regional Makassar telah rampung. Kegiatan ini  digelar selama dua hari, Rabu dan Kamis (22–23 Juli 2026). Tercatat, sebanyak 30 generasi muda  dari...

Keren! 30 Anak Muda Sulsel Berkumpul di Forest Youthverse Summit Makassar demi Kelestarian Hutan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kegiatan Forest Youthverse Summit Regional Makassar telah rampung. Kegiatan ini  digelar selama dua hari, Rabu dan Kamis (22–23 Juli 2026).

Tercatat, sebanyak 30 generasi muda  dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, komunitas, dan organisasi kepemudaan di Sulawesi Selatan yang ikut terlibat. Mereka berkumpul untuk merancang aksi nyata kelestarian hutan.

Kegiatan yang mengusung tema “Forest Adventure: Menjelajahi Rimba Menginspirasi Generasi Muda” ini digagas oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Kementerian Kehutanan bersama Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM (P2SDM) Wilayah VI Makassar.

[irp]

Kepala Pusgenri, Luckmi Purwandari, menegaskan bahwa Forest Youthverse bukan sekadar tempat pelatihan formal, melainkan wadah buat mencetak calon pemimpin hijau masa depan. Menurutnya,  hutan sebagai kekayaan terbesar Sulsel, rumah bagi satwa endemik, sumber air bagi masyarakat, penyimpan karbon, sekaligus penyangga kehidupan yang kini menghadapi tantangan lahan kritis dan degradasi kawasan.

“Saya datang ke Makassar bukan sekadar menghadiri acara, tetapi untuk melihat calon-calon pemimpin hijau Indonesia,” ujar Luckmi.

Ia berharap para Genries tidak sekadar menjelajah hutan, tapi juga menyebarkan semangat pelestarian lewat media sosial, kelas, kampus, hingga masyarakat.

“Menjaga hutan tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menumbuhkan generasi yang akan menjaga kelestariannya,” tegas Luckmi.

[irp]

Perjalanan 30 peserta ini tidak instan. Sebelumnya, ada 65 anak muda yang ikut Mentoring Class pada 30 Juni–2 Juli 2026. Setelah disaring, terpilih 30 peserta terbaik yang lanjut ke Coaching Class hingga akhirnya masuk ke puncaknya di acara Forest Youthverse Summit sebagai ruang implementasi gagasan, penguatan kepemimpinan, dan kolaborasi generasi muda pelestari hutan.

Rangkaian kegiatan

Hari pertama diisi dengan pengalaman belajar langsung di KHDTK Tabo-Tabo, laboratorium pembelajaran kehutanan sekaligus ruang konservasi di Sulawesi Selatan.

Peserta melakukan Youth Action for Nature melalui penanaman pohon dan penyematan quote pelestarian lingkungan, dilanjutkan Jelajah Rimba untuk mengenal langsung karakteristik ekosistem dan fungsi kawasan hutan.

[irp]

Memasuki hari kedua, Forest Youthverse Summit menjadi panggung bagi gagasan terbaik generasi muda Sulawesi Selatan. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan Innovation Board yang telah disusun dalam sesi Forest Innovation Pitching di hadapan para praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan kehutanan.

Sebagai penanggap dalam sesi Expert Reflection, hadir Darmawan Denassa selaku Founder Rumah Hijau Denassa, Karno B. Batiran selaku Direktur Eksekutif Maros Youth Learning Center, serta Kepala Balai P2SDM Wilayah VI Makassar. Berbagai masukan yang diberikan diharapkan memperkuat kualitas gagasan peserta agar memiliki peluang lebih besar untuk diimplementasikan di daerah masing-masing.

Menutup rangkaian Forest Youthverse Summit, Kepala Balai P2SDM Wilayah VI Makassar, Kamaruddin, menegaskan bahwa peran generasi muda dalam pelestarian hutan di Sulawesi Selatan, termasuk kawasan penyangga di sekitar Makassar, tidak boleh berhenti hanya pada ide dan inovasi, melainkan harus dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan.

[irp]

“Ide dan inovasi yang lahir dari Forest Innovation Pitching hari ini adalah awal yang baik, tetapi belum cukup. Pelestarian hutan di sekitar Makassar hanya akan terwujud jika gagasan-gagasan itu diikuti dengan aksi nyata dan konsisten di lapangan. Kami akan terus mendampingi Genries agar Innovation Board yang mereka susun benar-benar diimplementasikan, bukan berhenti di atas kertas,” ujar Kamaruddin.

Forest Youthverse tidak berhenti pada penyelenggaraan Summit. Seluruh peserta akan menjadi bagian dari jejaring Generasi Pelestari Hutan (Genries) yang terus didampingi untuk mengimplementasikan inovasi, membangun kolaborasi, serta mengembangkan aksi pelestarian hutan di daerah masing-masing.

Lewat program ini, Kementerian Kehutanan makin mantap menyiapkan generasi muda yang kreatif, peduli, dan siap jadi garda terdepan  pelestarian  hutan Indonesia.

[irp]