Mengamati Suatu Sekolah Negeri Mengurus Sampahnya, Emmmm!

Klikhijau.com – Ini semacam eksperimen kecil-kecilan di waktu senggang. Atau mungkin semirip keisengan sahaja. Suatu waktu, di jam pulang sekolah, saya sengaja berdiri depan pintu gerbang sebuah sekol...

Mengamati Suatu Sekolah Negeri Mengurus Sampahnya, Emmmm!
Bacakan Artikel

Sependek pengalaman saya, rasanya hanya pemulung paling laten mematuhi tagline LISA ini. Selebihnya, kita hanya alih-alih. Sampah bergentayagan. Mendehem di dalam got. Kemudian ketika hujan turun, sampah-sampah itu akan menyumbat saluran air. Berkelindan di jalan raya. Sebagian besarnya lalu berkumpul di kanal-kanal menyerupai lalulintas perairan yang padat. Sampah-sampah itu berkubang di laut sebagai kado hitam bagi biota laut.

Ah, pikiran saya wara-wiri jadinya. Apa yang baru saja saya lihat seolah menggambarkan betapa tak ada kemajuan berarti yang kita bisa banggakan dalam segenap upaya kita mengedukasi warga kota untuk bertanggungjawab menangani sampahnya.

Terbayang pula, ingatan saya melihat orang-orang yang membersihkan di sekitar rumahnya, tetapi kemudian membuangnya di lahan kosong tak jauh dari rumahnya. Membakar sampahnya di sana. Mungkin ia mengira bahwa sampah yang dipindahkan tak memiliki dampak kepada dirinya. Emmm! Suatu keyakinan paling menyebalkan tentu saja!

Sekali lagi saya geleng-geleng dan seolah hendak marah. Namun entah kepada siapa? Kita tak mungkin larut dalam simalakama saling menyalahkan. Barangkali kita hanya perlu jujur menerima pil pahit bahwa memang kita belum serius mengurus sampah-sampah di sekitar kita.

Ketidakseriusan itu tercermin di institusi sekolah yang sejatinya jadi rumah-rumah keteladanan. Tempat dimana kesadaran sistem dan etika lingkungan ditegakkan dengan gagah berani. Bagaimana pula di masjid-masjid? Di kantor-kantor pemerintah? Emmmmm….!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2