Ketika Cengkeh dan Kunyit Tak Sekadar Rempah, tapi Peta Pulang kepada Kekasih

Klikhijau.com - ‎Lalu siapa yang cukup gila menyimpan cengkeh dan kunyit dalam stoples. Bukan untuk digunakan di dapur sebagai bumbu, bukan. Hanya untuk dipajang saja. Seolah jika memandangnya semua k...

Ketika Cengkeh dan Kunyit Tak Sekadar Rempah, tapi Peta Pulang kepada Kekasih
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

‎Dimas misalnya, yang menjadi tokoh penting dalam novel itu, ia digambarkan tak memihak pihak mana pun alias netral. Harus menghadapi kenyataan mengerikan. Hidup di negara orang dengan harga yang sangat mahal, sebab tak memiliki tenggat waktu, kapan bisa pulang ke Indonesia.

‎Untuk survive di Prancis, keempat kawanan eksil itu membuka restoran yang mereka namai restoran Tanah Air. Di restoran itu, mereka tak hanya memperkenalkan indonesia di Eropa melalui kuliner yang kaya rempah, tetapi juga budaya lainnya. Hanya saja usaha itu tak cukup mumpuni menghapus stigma yang disandangnya.

 ‎Rempah dan Surti 

Selalu ada kisah yang tak selesai. Kisah Dimas dengan Indonesia tak pernah usai, pun demikian dengan kisah cintanya kepada Surti Anandari. Dimas mencintai Surti. Meski Surti menikah dengan sahabat Dimas sendiri.

Namun, tak ada cinta, juga rindu yang terhapus hanya karena tak ditakdirkan hidup bersama dalam ikatan pernikahan. Cinta adalah sebuah ruang tanpa batas. Dan selalu ada sesuatu yang menghubungkan kita dengan orang yang dicintai. Itu bisa kau namai kenangan. Kenangan itu bisa berupa benda, waktu, suara atau apapun yang terasa mengikat tanpa tekanan dan tak pernah lepas.

Dimas dan Surti dihubungkan oleh cengkeh dan kunyit. Kedua rempah itu tak sekadar rempah. Namun sebuah bukti dan bakti cinta keduanya. Sebuah jembatan yang mempersuakan rindu.

Ketika Lintang menemukan puzzle terakhir itu saat berkunjung ke Indonesia di tahun penuh gejolak, 1998. Ia menyadari, kenapa ibunya Vivienna tak pernah bisa menjadi peta pulang, menjadi rumah bagi ayahnya.

Pada akhirnya, pertanyaan kenapa Dimas selalu menyimpan dua jenis rempah Indonesia itu. Jawabannya, karena kedua rempah itu tak sekadar rempah, tapi peta pulang Dimas ke Indonesia yang tak pernah bisa dijangkau selama Orde Baru (Orba) masih berkuasa.

Kedua rempah itu, juga adalah peta pulang Dimas kepada perempuan yang selalu mengisi ruang kosong dan penutup bagi hatinya. Tanpa ada celah sedikit pun, bahkan tak bisa meloloskan angin berembus ke dalamnya.

 Dan pada akhirnya, begitulah perjalanan, selalu ada jalan pulang kepada kekasih.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2