Duka di Hari Bumi 2020

Klikhijau.com - Sebagaimana lazimnya di tahun-tahun terdahulu, setiap awal pekan ke-empat bulan April pada tahun berjalan, tepatnya tanggal 22 April senantiasa diperingati sebagai hari bumi. Beraga...

Duka di Hari Bumi 2020
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Sebagaimana lazimnya di tahun-tahun terdahulu, setiap awal pekan ke-empat bulan April pada tahun berjalan, tepatnya tanggal 22 April senantiasa diperingati sebagai hari bumi.

Beragam hajatan baik di lingkungan pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat. Saban tahun kita merayakannya dengan upacara-upacara di halaman-halaman kantor Pemerintah, gerakan budaya dengan ritual sedekah bumi dan songka Bala.

Juga aksi penanaman pohon, beragam lomba dan segala bentuk pernak-pernik sesuai kreativitas masing-masing.

Di tahun 2020 ini, perayaan sejenis itu kini tak kita jumpai. Bumi sedang merintih. Berdiri tertatih-tatih dengan kadang disertai batuk di gunung yang satu hingga ke gunung lainnya, terkadang memuntahkan laharnya.

Paru-parunya bocor lantas menumpahkan  air dari segala penjuru. Banjir, letusan gunung api, longsor, di mana-mana menjadi alamat betapa bumi telah menegur penghuninya.

Beragam bentuk peringatan yang diberikan namun penghuni bumi lebih sering alpa ketimbang berbuat sesuatu. Jika hanya satu hari dalam setahun memperingati hari Bumi, lalu ditambah Hari Air, Hari Hutan, Hari Satwa dan Puspa, Hari Lingkungan dan semacamnya, tidaklah mencapai angka tiga puluh hari atau setara dengan satu bulan.

***

Jika terdapat tiga ratus enam puluh lima hari dalam setahun, lantas selama itu pula kita manfaatkan untuk apa saja? Mengeksploitasinya?

Nampaknya belum imbang perlakuan dalam mengelola bumi. Kalaupun Bumi menginterupsi keadaan, itu hanya karena tak mampu lagi mengingatkan umat manusia yang kian serakah nan jumawa.

Lantas pernahkah kita berterima kasih kepada Bumi? Kepada para pengambil kebijakan buatlah ketentuan yang menguntungkan bumi. Tutuplah rapat-rapat celah yang senantiasa dijadikan pintu gerbang oleh para pemburu rente.

Bukalah dana Bantua Layanan Umum (BLU) untuk rakyat agar dapat mengelola bumi dengan baik.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2