Begini 6 Pesan Penting Menteri LHK di Hari Lingkungan Hidup

oleh -26 kali dilihat

Klikhijau.com – Hari lingkungan hidup yang dirayakan setiap tanggal 5 Juni, tahun ini agaknya tidaklah populis seperrti tahun-tahun sebeumnya. Penyebabnya, momentumnya bersamaan dengan hari raya lebaran 1440 Hijriah. Walau begitu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya telah menyampaikan pidato khusus peringati hari lingkungan hidup sedunia.

Berikut 6 pesan penting ibu Menteri di momen hari lingkungan hidup sedunia, berkaitan dengan kualitas lingkungan hidup Indonesia.

KLIK INI:  Tetap Ramah Lingkungan di Bulan Ramadan, Ini 5 Tips dari KLHK
  • Masalah polusi udara

Menitikberatkan isu utama tahun ini yakni perihal polusi udara. Siti Nurbaya mengutip data WHO yang menyatakan bahwa setiap tahun ada 7 juta orang meninggal dunia karena polusi udara. Di seluruh dunia, tercatat ada 9 dari 10 orang yang terpapar pencemaran udara akibat kendaraan bermotor, industri, pertanian dan pembakaran sampah. Itulah sebabnya, Unitied Nation Enviromental mengangkat tema Kendalikan Polusi Udara (beat air poluution) untuk memperingati hari lingkungan hidup sedunia tahun 2019 ini.

  • Slogan“ biru langitku, hijau bumiku”

Untuk di Indonesia, tema yang diangkat di momen hari lingkungan hidup adalah “biru langitku, hijau bumiku”. Tema ini diambil sebagai upaya serius kita mengendalikan polusi udara yang sangat berkaitan dengan perilaku kita menata bumi menjadi lebih hijau. Demi mengurangi polusi udara, maka upaya yang bisa dilakukan adalah memperbanyak taman kota, membangun trotoar untuk pejalan kaki, membangun jalur bersepeda seperti kota Surabaya, Bandung dan kota lainnya.

KLIK INI:  Demi Wujudkan Mudik Asyik Tanpa Plastik, KLHK Surati Pemda se Indonesia

Langkah lainnya adalah membangun fasilitas transportasi umum seperti pembangunan kereta api komuter, busway, Maa Rapid Transport (MRT), Light Rapid Transit (LRT) dan lainnya. Pemerintah juga terus didorong untuk membangun ruang-ruang publik baru dengan konsep pembangunan taman, tempat pejalan kaki yang teduh dan nyaman, fasilitas stasiun yang bersih dan membangun budaya tidak membuang sampah secara sembarangan.

  • Kebijakan penggunaan biodiesel

Kebijakan penggunaan bahan bakar Biodiesel 20 % atau dikenal sebagai B20 untuk kendaraan yang kemudian diperluas untuk kendaraan Non Public Service Obligation (PSO) selain memberikan kontribusi dalam mengurangi emisi Karbondioksida (CO2) hingga 6 sampai 9 juta ton per tahun dibanding dengan penggunaan solar murni (BO) juga dapat memperbaiki kualitas proses pembakaran kendaraan bermotor.

KLIK INI:  Anggaran Naik Sekitar 1 Triliun dari Tahun Sebelumnya, Ini Prioritas Utama KLHK di Tahun 2019
  • Kontribusi penting manggala Agni terhadap kebakaran hutan

Pemerintah berhasil menurunkan polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan, melalui berbagai kebijakan termasuk langkah patroli terpadu pada tingkat tapak oleh Manggala Agni. Sejauh ini, Manggala Agni melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar lokasi rawan karhutla dan juga melakukan koordinasi dengan dinas terkait di daerah, anggota TNI, POLRI, dan tokoh masyarakat formal/informal seperti Masarakat Peduli Api (MPA).

  • Kualitas udara meningkat tapi perlu waspada polusi kendaraan

Berbagai kebijakan pemerintah terkait perbaikan kualitas udara menunjukkan adanya perbaikan indeks kualitas udara. Secara umum kualitas udara dari tahun 2015-2018 masih sangat baik dengan 6 provinsi yang mengalami peningkatan kualitas udara yaitu Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten dan Kalimantan Selatan. Walau begitu, masih perlu menjadi perhatian untuk DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah yang perlu diwaspadai pada pencemaran udara akibat kendaraan bermotor. Sedangkan pada wilayah Pontianak, Jambi, Palangkaraya, Padang dan Palembang juga terdapat waktu-waktu tertentu udara tidak sihat karena kebakaran lahan dan hutan.

  • Ayo menanam minimal 25 pohon seumur hidup

Pengendalian polusi udara perlu diimbangi dengan gerakan menanam pohon untuk menambahkapasitas reduksi polusi udara. KLHK menargetkan penanaman pohon seluas 207.000 hektar pada tahun 2019 ini dan terfokus pada 15 DAS prioritas, 15 danau prioritas, 65 bendungan dan daerah-daerah rawan bencana.  Oleh sebab itu, masyarakat dianjurkan mendukung program menanam 25 pohon seumur hidup. Target ini dapat dilakukan dengan menanam dan memelihara 5 pohon saat jenjang Sekolah Dasar, 5 pohon Sekolah Menengah Pertama, 5 pohon Sekolah Menengah Umum, 5 pohon perguruan tinggi, dan 5 pohon saat menikah. Hal ini penting demi menjaga kualitas udara, air, tanah, serta ekosistem di bumi.

KLIK INI:  Lusiana Kaget Melihat Polisi Pungut Sampah di Burake, Tana Toraja