'Climate Change Class' Sebuah Aksi Kolaborasi Jaga Ozon

Klikhijau.com - Perubahan iklim menjadi isu paling kritis di dunia kontemporer. Di antara sejumlah masalah lingkungan, perubahan iklim tampil menjadi berita utama. Ditengah sulitnya menemukan berit...

'Climate Change Class' Sebuah Aksi Kolaborasi Jaga Ozon
Bacakan Artikel
Wahdyuddin Yunus

Pendiri Jurnal Warung Kopi yang aktif sebagai pemerhati lingkungan sekaligus pegiat seni

Klikhijau.com - Perubahan iklim menjadi isu paling kritis di dunia kontemporer. Di antara sejumlah masalah lingkungan, perubahan iklim tampil menjadi berita utama.

Ditengah sulitnya menemukan berita baik dari lingkungan, Klikhijau.com menginisiasi ajang 'climate change class' hari Jum'at besok (16/9/2022). Dengan menggandeng Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Karhutla KLHK dan Kehati dalam menyambut Hari Ozon International.

Kegiatan 'Climate Change Class' dilaksanakan guna mengedukasi kalangan pelajar dan pemuda, di tengah situasi iklim yang tidak menentu. Upaya aksi-aksi mitigasi perubahan iklim yang lebih massif, lewat sharing diskusi pengetahuan dan kapasitas kelompok pelajar dalam mendalami isu perubahan iklim.

Dalam konteks inilah diperlukan penguatan literasi mengenai perubahan iklim terutama yang menyasar kelompok anak-anak muda. Dengan harapan literasi perubahan iklim pada anak-anak muda akan membuka kesadaran mereka dalam bersikap baik secara personal maupun dalam komunitasnya.

Atas dasar pemenuan inilah, Klikhijau bermaksud mengajak secara bersama anak-anak muda di Kota
Makassar untuk ikut berkontribusi dalam aksi jaga iklim. Sejalan dengan tema kegiatan yang diangkat “Kolaborasi Jaga Iklim untuk Keberlanjutan”.

Kolaborasi menjadi kata kunci dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Penguatan kapasitas dan pengetahuan masing-masing pihak akan mendukung aksi-aksi jaga iklim.

Gambaran kegiatan

Dari TOR yang disajikan termuat apa yang menjadi tujuan kegiatan ini. Antara lain:

  1. Menguatkan literasi dan pengetahuan anak-anak muda mengenai perubahan iklim dan strategi mitigasinya.

  2. Mendiskusikan mengenai aksi-aksi dan model kolaborasi yang bisa dilakukan dalam menahan laju perubahan iklim.

  3. Memperkuat kesadaran ekologis anak-anak muda terhadap pentingnya mengambil peran dalam isu perubahan iklim.

  4. Berbagi pengetahuan mengenai aksi sederhana dalam mendukung pemulihan lingkungan.


Peserta kegiatan kali ini melibatkan 2 (dua) komponen

Perwakilan siswa-siswi SMA/SMK se-Kota Makassar dan perwakilan dari komunitas pemuda di Kota Makassar. Acara ini akan tersaji dari waktu pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00. Terbagi dalam 4 (empat) sesi.

Sesi pertama, Upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim melalui aksi dan program konservasi. Kedua,  Perubahan Iklim dan Dampaknya dalam kehidupan manusia serta upaya mitigasinya.

Dan sesi ketiga, Perubahan Iklim dan Ancaman kepunahan keanekaragaman hayati.  Sedangkan sesi keempat, Model-model kolaborasi Aksi muda jaga iklim. Sementara sesi kelima, Praktek Penanganan Sampah Organik menjadi eco enzyme dan Cairan EM4++.

Kelas edukasi perubahan iklim dalam rangka peringatan Hari Ozon Internasional, menghadirkan beberapa narasumber lewat 'sharing session'. Antara lain, Ir. Jusman (Kepala BKSDA Sulsel), Muhammad Syarifullah (PR & Education Outreach Manager Yayasan Kehati), dan Yudho Shekti Mustiko, SP., M,Si (Kepala BPPIKHL Sulawesi).

Ada juga Indeka Darma Putra (Koord. BW Kehati), Anis Kurniawan (Direktur Klikhijau), Mashud Azikin (Pegiat Sampah/Founder Manggala Tanpa Sekat). Acara ini akan berlangsung dari Aula BPPIKHL Sulawesi Jl. Perintis Kemerdekaan, Makassar.

Sekilas Hari Ozon se-Dunia

Publikasi David Donger di NRDC.org yang dimuat di britannica.com menginformasikan dari sejumlah pemerhati lingkungan dan para ilmuwan. Ikut melaporkan satu titik terang, bahwa negara-negara di dunia kini mulai bersatu untuk memerangi masalah penipisan ozon.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2