Ini 5 Alasan Mengapa Sumber Pangan Lokal lebih Ramah Lingkungan

oleh -107 kali dilihat
Ini 5 Alasan Mengapa Sumber Pangan Lokal lebih Ramah Lingkungan
Sorgem milik Abadi Sukandar di Brebes - Foto/Ist
Wahyuddin Junus

Klikhijau.com – Sumber pangan lokal menjadi opsi kebutuhan pangan ditengah tingginya minat produk yang lebih ramah lingkungan. Dari alas tersebut, pangan lokal dipahami memiliki kemampuan adaptasi dengan lingkungan setempat sehingga mengurangi jejak karbon karena diproduksi lokal.

Karena kemampuan beradaptasi dengan lingkungan menjadi salah satu pertimbangan. Belum lagi kebiasaan dalam masyarakat kita dalam mendapatkan pangan pokok telah memanfaatkan sumber pangan sekitarnya yang terdekat.

Pangan lokal jelas rendah jejak karbon karena jalur distribusinya lebih pendek.

Pangan lokal sebagai Warisan Budaya

Dengan merujuk buku ‘Ketahanan Pangan dan Gizi Nasional Berkelanjutan’, pangan lokal disematkan sebagai warisan budaya yang dihasilkan dari proses panjang dan turun temurun.

Bagi penulis buku, Ahmad Suryana, adalah sumber perpaduan antara sumber daya pangan yang tersedia setempat (lahan, hayati, air, iklim) dengan teknologi pengolahan pangan dengan berbasis budaya makan dan kearifan lokal.

KLIK INI:  Resep Menu Buka Puasa Ala Vegetarian, Ini 5 Diantaranya!

Dalam proses pengolahan pangan, setidak menyajikan fungsi diantaranya, memberikan nilai tambah, guna memudahkan cara memakan, meningkatkan selera makan, dan/atau memperpanjang waktu dalam penyimpanan.

Meski belum dioptimalkan secara maksimal, namun demikian potensi sumber pangan lokal dan makanan khas Nusantara yang demikian besar. Indonesia mempunyai mega biodiversitas yang kaya akan sumber pangan lokal.

Urgensi pangan lokal

Patut disadari seluruh aktivitas manusia ditengarai menghasilkan jejak karbon. Kumpulan emisi zat buang ikut memicu pemanasan global. Maka pengolahan pangan lokal ini telah ikut membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Perubahan cepat berbagai aktivitas manusia khususnya dibidang pertanian, telah mengilhami satu kesadaran untuk kembali melirik pangan lokal. Proses pengolahan pangan lokal didukung oleh pola makan masyarakat kita telah memanfaatkan sumber pangan lokal sebagai pangan pokok.

KLIK INI:  Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Ini 5 Fakta Tentang Memek

Sumber karbohidrat, negara kita begitu beragam. Keberadaan pangan lokal berupa memiliki sagu, pisang, sukun, dan umbi-umbian, menjadi urgen saat ini dalam upaya mewujudkan ketersediaan dan ketahanan pangan berkelanjutan.

5 Alasan sumber pangan lokal lebih ramah lingkungan

Mengapa sumber pangan lokal dipandang lebih ramah lingkungan. Ada 5 (lima) alasan yang dapat dikemukan, sebagai berikut :

1. Kemampuan adaptasi

Terlebih sejumlah produk lokal tidak menggunakan pestisida atau pupuk kimia lainnya karena dibudidayakan secara tradisional dan organik.

2 Pola Distribusi

Penggunaaan kendaraan sebagai alat transportasi dan aktivitas bongkar muat produk pangan berpotensi menciptakan sekumpulan emisi zat buang Pangan lokal jelas rendah jejak karbon karena jalur distribusinya lebih pendek.

3. Pengolahan makanan

Seluruh aktivitas manusia, mulai dari mengolah makanan, penggunaan peralatan listrik turut menjadi penyumbang jejak karbon. ditengarai menghasilkan jejak karbon. Pengolahan pangan lokal yang diolah secara tradisional oleh masyarakat setempat, bukan oleh industri yang dominan menghasilkan zat karbon.

4. Berkelanjutan

Pangan lokal yang bersumber dari karbohidrat dapat memanfaatkan pekarangan rumah.
Pangan lokal turut menjaga lingkungan dan berpotensi menjadi sumber pangan yang berkelanjutan bagi masa depan.

5. Mengurangi dampak krisis iklim

Perubahan perilaku dan gaya hidup hijau (green lifestyle) dipercaya mampu meminimalisir dampak buruknya terhadap lingkungan. Maka ketersediaan pangan lokal sebagai sumber pangan lokal menjadi tawaran solusi untuk menjawab tantangan krisis pangan dan mengurangi dampak krisis iklim.

KLIK INI:  Inilah Manusia-Manusia Pemakan ‘Sampah’ dan Makanan Sisa