Pisang Peppe, Kuliner Khas Sulsel yang Menari di Lidah

Klikhijau.com – Kuliner khas Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup banyak. Pisang peppe adalah salah satunya. Meski makanan ini kalah populer dari pisang epe. Kuliner khas ini paling pas jika dinikmati d...

Pisang Peppe, Kuliner Khas Sulsel yang Menari di Lidah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Redaktur Klikhijau.com, aktif menulis buku, puisi dan menyukai kopi ditengah kesibukannya mengaktivasi taman baca masyarakat.

[irp]

Cara membuatnya

Membuat pisang peppe atau sanggara peppe cukup mudah. Bahannya pun tak rumit, juga tak perlu mengeluarkan banyak modal.

Ada teman saya, dulu pernah berjualan pisang peppe, namanya Lisa. Ia akui jika modal membuat pisang peppe tak terlalu menguras dompet. Bahan yang paling banyak memakan biaya hanyalah pisang dan minyak goreng.

“Modal 30 ribu sudah cukup,” akunya.

Selain modalnya ‘ringan’ membuatnya juga cukup mengupas pisang mentah, lalu goreng. Setelah pisangnya matang, angkat dari penggorengan—tiriskan sejenak lalu ‘peppe’. Peppe bisa diartikan dengan pukul.

Hanya cara memukul pisang peppe tidak seperti memukul pada umumnya. Pisang yang telah matang biasanya hanya dijepit saja atau ditindis dengan benda tertentu hingga berbentuk pipih.  yang awalnya lonjong membulat harus berubah jadi datar.

Setelah pisang bersalin wajah berbentuk pipih, pisang tersebut kembali digoreng hingga berwarna kemerah-merahan atau matang betul dan keras. Efek yang ingin didapat dari cara menggoreng ini adalah agar pisang jika dimakan seperti kripik—kriuk-kriuk.

Setelah matang, siapkanlah sambalnya. Sebab seperti yang saya tadi, pisang peppe ini lebih nikmat jika disajikan dengan sambal.

[irp]

Sambalnya ini biasanya terbuat dari tomat, terasi, cabai kecil, serta garam. Semua bahan dihaluskan menjadi satu. Pisang peppe sendiri biasanya banyak dibuat di rumah sendiri karena warung yang membuat pisang peppe ini masih sangat jarang.

Hemm, kembali ke Lisa. Lisa biasanya membuat pisang peppe sepulang mengajar. Ia memanfaatkan kosannya untuk berjualan. Cara menjualnya pun dengan memanfaatkan media sosial.

“Keuntungannya lumayan, bisa mencapai 200-300 ratus ribu perhari,” katanya.

Pisang peppe, merupakan kuliner yang tak terlalu populer. Lumayan sulit ditemukan, sebab tak ada lokasi khusus untuk menjualnya. Berbeda dengan pisang epe yang mudah ditemukan di Pantai Losari Makassar.

Dengan kurangnya penjual kuliner khas pisang peppe, bisa jadi peluang bagi pelaku usaha untuk membuat jajanan ini agar lebih dikenal. Agar lebih banyak orang yang bergoyang lidahnya menikmati sensasi pisang peppe yang bikin rindu.

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2