Indonesia Buka Kembali Kuota Ekspor Monyet Ekor Panjang, Reputasi Lingkungan Terancam di Tengah Status Terancam Punah

Pemerintah Indonesia kembali membuka kuota ekspor ribuan monyet ekor panjang ke Amerika Serikat dan China untuk riset biomedis, memicu kritik tajam dari berbagai kalangan karena status spesies yang kini 'Terancam Punah' dan kekhawatiran etika serta legalitas perdagangan satwa.

Indonesia Buka Kembali Kuota Ekspor Monyet Ekor Panjang, Reputasi Lingkungan Terancam di Tengah Status Terancam Punah
Monyet ekor panjang-Foto/Ist
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kebijakan pemerintah Indonesia untuk kembali membuka kuota perdagangan luar negeri bagi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) telah memicu gelombang kritik yang signifikan dari aktivis lingkungan, pakar genetika, dan berbagai organisasi konservasi.

Langkah ini menjadi sorotan tajam setelah Indonesia mencatatkan pengiriman terbaru sebanyak 1.928 ekor primata pada Juni 2026, menandai kelanjutan ekspor yang sempat terhenti setelah pengajuan resmi terakhir pada tahun 2022.

Perdagangan satwa primata ini secara rutin dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengujian biomedis global, dengan Amerika Serikat dan China menjadi tujuan utama.

Kedua negara tersebut memiliki permintaan riset yang sangat tinggi, di mana potensi pasar Amerika Serikat diperkirakan mencapai 10.000 ekor per tahun, sementara China membutuhkan hingga 20.000 ekor per tahun.

Besarnya permintaan ini mendorong Indonesia untuk terus terlibat dalam praktik ekspor yang, meskipun mendatangkan keuntungan ekonomi, menimbulkan pertanyaan serius tentang keberlanjutan dan etika.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2