Tedong Pallubasa, Hidangan Bersejarah yang Menggoyang Lidah

Klikhijau.com - Suasana dingin akibat hujan, tidak ada salahnya mencari sensasi makanan berkuah dan pedas. Tedong pallubasa, jenis kuliner satu ini terbilang mampu menghangatkan tubuh dan meningkat...

Tedong Pallubasa, Hidangan Bersejarah yang Menggoyang Lidah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Suasana dingin akibat hujan, tidak ada salahnya mencari sensasi makanan berkuah dan pedas.

Tedong pallubasa, jenis kuliner satu ini terbilang mampu menghangatkan tubuh dan meningkatkan selera makan.

Kuliner legendaris ini, dapat dijumpai di kota Makassar. Bahan dasarnya adalah daging kerbau (tedong) yang diracik dengan kuah berbumbu alami.

Rasanya memang mirip dengan coto dan pallubasa. Tetapi, tedong pallubasa memiliki kekhasan karena daging kerbaunya yang khas.

Daging kerbau memang tidak sepopuler sapi atau kambing. Mungkin, karena populasinya yang berkurang.

Seperti diketahui, tedong lebih senang bergulat di daerah rawa berlumpur. Wilayah resapan air seperti itu sayangnya mulai sulit dijumpai, sehingga menyulitkan populasi tedong.

Dahulu, tedong difungsikan petani dalam membantu menggarap sawah. Di beberapa daerah, tedong dijadikan sumber makanan utama saat ada pesta pernikahan. Kecuali di Tana Toraja, keberadaan tedong agak berkurang di wilayah lainnya di Sulsel.

Eksistensi kerbau tergerus oleh sapi dan alat pertanian modern bertenaga mesin. Habitatnya yang berkurang, semakin membuat kuliner tedong pallubasa banyak dicari-cari.

Konon, kuliner berkuah segar yang dicampur kelapa parut goreng ini sudah ada sejak zaman nenek moyang dan menjadi favorit warga Makassar serta Kabupaten di sekitarnya. Sejak dahulu, kuliner ini diminati karena selain enak harganya murah meriah.

Zaman dahulu daging kerbau adalah ikonnya Pallubasa, sehingga dinamakan Warung Tedong Pallubasa. Namun, sulitnya mendapatkan daging kerbau membuat banyak penjual  kini menyiasatinya dengan daging sapi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2