Pisang Peppe, Kuliner Khas Sulsel yang Menari di Lidah

Klikhijau.com – Kuliner khas Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup banyak. Pisang peppe adalah salah satunya. Meski makanan ini kalah populer dari pisang epe. Kuliner khas ini paling pas jika dinikmati d...

Pisang Peppe, Kuliner Khas Sulsel yang Menari di Lidah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Redaktur Klikhijau.com, aktif menulis buku, puisi dan menyukai kopi ditengah kesibukannya mengaktivasi taman baca masyarakat.

Klikhijau.com – Kuliner khas Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup banyak. Pisang peppe adalah salah satunya. Meski makanan ini kalah populer dari pisang epe.

Kuliner khas ini paling pas jika dinikmati dalam suasana hujan atau saat malam mengantar gigil. Pisang peppe bisa menjadi pengganti nasi, sebab mampu mengenyangkan perut yang keroncongan.

Keberadaanya tak bisa pula dipandang remeh—banyak yang menyukainya. Pisang peppe memiliki cita rasa tersendiri yang bikin ketagihan bagi penikmatnya.

Pisang peppe, biasa pula dikenal dengan sanggara peppe. Sanggara jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti goreng.

[irp]

Sanggara peppe adalah pisang yang digoreng. Inilah yang membedakan antara pisang epe dengan pisang peppe. Jika pisang epe dibakar maka pisang peppe digoreng.

Hal yang membedakan lainnya adalah jenis pisangnya, pisang epe biasanya digunakan adalah pisang setengah matang atau mengkal. Pisang peppe bahan bakunya lebih bagus jika   pisang mentah.

Semua jenis pisang sebenarnya bisa dibuat sanggara peppe. Yang khas dari jenis kuliner ini adalah sambalnya.

Pisang peppe tanpa sambal akan terasa sangat hambar. Nah, sambalnya inilah yang membuat lidah terasa menari jika dimakan, jadi bukan pisangnya, tapi sambalnya. Semakin pedas maka  tariannya akan semakin aduhai.

Bagi penyuka makanan pedas, pisang peppe bisa jadi pilihan yang menarik. Bukan hanya pengisi dikala sedang sepi, memakan pisang peppe bisa membuat pula kenyang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2