Petai Cina alias Kopi-kopi, Cerita di Baliknya dan Ragam Manfaatnya

Klikhijau.com - Ada kebahagiaan tersendiri tatkala menyapa dan memaknai alam. Seperti yang saya lakukan dalam kegiatan “Eksplorasi Flora” beberapa waktu lalu. Senin, 25 Januari 2022, kontributor Kl...

Petai Cina alias Kopi-kopi, Cerita di Baliknya dan Ragam Manfaatnya
Bacakan Artikel

"Gimana? Khas kan rasanya. Sepertinya kacang ya, cuma ada aromanya yang membuat unik." Denassa berceloteh dengan mulut terus mengunyah kopi-kopi.

[caption id="attachment_24021" align="alignnone" width="540"]kopi-kopi alias petai cina Kopi-kopi (Makassar), tanaman yang rasanya mirip petes - Foto/Eva Engeline[/caption]

[irp]

Manfaat Kopi-kopi

Menurut Denassa, orang-orang dulu juga memanfaat kopi-kopi ini sebagai obat. Tepatnya sebagai obat sakit perut. Caranya, cukup mengkonsumsi buah kopi-kopi, terutama buah mudanya.

Sartinah & Wahyuono (2011), mengabarkan bahwa kopi-kopi memiliki khasiat sebagai obat luka dan obat bengkak. Caranya dengan menggunakan daunnya. Sebagai obat luka dengan menggunakan perasan daunnya. Terutama perasan daun muda. Sedangkan untuk obat bengkang dengan menempelkan daun yang telah digosok-gosok agar cairannya keluar.

Karena merasa penasaran, keduanya lalu meneliti senyawa kandungan daunnya. Meneliti kandungannya dengan teknik isolasi dan identifikasi senyawa anti bakteri dari kopi-kopi. Hasilnya menemukan adanya senyawa lupeol. Senyawa ini mampu menghambat bakteri S. aureus.

Kopi-kopi merupakan tanaman serbaguna. Menjadi pagar hidup, sekat api, jalur hijau dan penahan angin. Petani juga memnafaatkan sebagai sandaran hidup bagi tanaman melilit. Tanaman melilit seperti lada, markisa, dan vanili.

Bahkan juga berfungsi sebagai pohon penaung pada perkebunan kopi dan kakao. Bahkan juga dimanfaatkan sebagai tanaman sela di hutan-hutan. Fungsinya untuk mengendalikan erosi dan meningkatkan kesuburan tanah (Rivai, 2021).

[irp]

Lebih jauh Denassa menjelaskan bahwa di Mandar, Sulawesi Barat, petani juga memanfaat kopi-kopi. Menjadikan tumbuhan yang juga disebut lamtoro ini sebagai pakan sapi. Sapi sangat menyukai daunnya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: