Perihal Tambang Pasir Laut Boskalis, WALHI Sulsel Desak Penghentian Proyek

Klikhijau.com - Tambang pasir laut dan reklamasi pesisir dinilai merusak lingkungan dan menimbulkan bencana sosio-ekologis di pesisir dan laut Sulawesi Selatan. Hal ini ditegaskan Wahana Lingkungan...

Perihal Tambang Pasir Laut Boskalis, WALHI Sulsel Desak Penghentian Proyek
Bacakan Artikel

Di Pulau Kodingareng Lompo, hampir semua dari 950 nelayan yang tercatat di Dinas Kelautan dan Perikanan merupakan nelayan pencari ikan tenggiri.

Di bulan April hingga Agustus, biasanya hasil tangkap ikan tenggiri meningkat, bisa sampai enam ekor bahkan lebih.

Namun di tahun ini situasinya berbeda, aktivitas tambang Boskalis membuat nelayan kesulitan mendapat hasil tangkapan, maksimal hanya dua ekor ikan tenggiri/hari.

Penderitaan nelayan pencari ikan tenggiri semakin bertambah manakala saat ini sedang terjadi pandemi covid-19 yang membuat harga ikan tenggiri turun drastis.

[irp]

โ€œBukannya menjalankan instrumen HAM pada bisnisnya, Boskalis justru melakukan upaya intimidasi terhadap nelayan Pulau Kodingareng Lompo. Boskalis melaporkan dua nelayan kepada pihak kepolisian dengan tuduhan mengancam/menghalangi kapal tambang mereka,โ€ lanjut WALHI.

Padahal, dalam pantauan WALHI, justru Boskalis tidak pernah memberikan penghormatan terhadap hak nelayan yang notabene sejak lama merupakan subyek utama pengelola wilayah perairan Bonemalonjo.

Ditengarai tidak melakukan konsultasi publik

Boskalis juga ditengarai tidak pernah melakukan konsultasi publik dan miminta persetujuan dari nelayan yang bergantung hidup dari lokasi penambangannya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: