Perempuan Beraroma Kopi

Lelaki itu terus saja mengirimi pesan messenger. Pesan yang tak pernah berubah, juga waktunya—jam tujuh pagi lewat delapan belas menit.  Awalnya aku tak percaya  ada lelaki seperti itu. Benar-benar ta...

Perempuan Beraroma Kopi
Bacakan Artikel

Aku menoleh ke arah pintu, Talia melangkah dengan canggung. Hatiku bergetar hebat, tak ada kata yang bisa kucapkan. Begitu juga dengan Talia dan Ayah. Ibu dan Adikku pagi itu tak a da di rumah.

Talia mengeluarkan sesuatu dari tasnya, sebuah sertifikat. Ia menyerahkannya pada Ayah. Ayah membukanya di depanku. Di sana tertera nama Talia Patanna sebagai pemilik kebun kopi yang dulu kami tanami bersama. Kebun yang kusiapkan untuk maharnya.

Sial, aku baru tahu nama lengkap Talia. Talia Patanna dalam bahasa kampungku berarti “bukan miliknya”. Aku menatap Ayah.

Rokok tembaku Ayah jatuh dari bibirnya tanpa ia sadari….

 

Rumah kekasih, 19 Nov 2017-13 April 2018

 


Penulis:

Irhyl R Makkatutu, lahir di Desa Kindang, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Warga Ikatan Pemerhati Seni dan Sastra (IPASS).

Pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Makassar Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Pilih Halaman: