Meresapi Puisi Alam dari Penerima Nobel Sastra, Louise Glück yang Menyentuh

Klikhijau.com – Dalam dunia sastra, prestasi Louise Glück memang keren. Sebelum ia menerima penghargaan  Nobel Sastra—prestasi tertinggi dunia sastra. Gluck telah menerima sederet penghargaan. Peng...

Meresapi Puisi Alam dari Penerima Nobel Sastra, Louise Glück yang Menyentuh
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Dalam dunia sastra, prestasi Louise Glück memang keren. Sebelum ia menerima penghargaan  Nobel Sastra—prestasi tertinggi dunia sastra. Gluck telah menerima sederet penghargaan.

Penghargaan bergengsi yang diterima perempuan kelahiran 1943 di New York itu, di antaranya   Bingham Poetry Prize (dari Boston Book Review), Pulitzer Prize, William Carlos Williams Award (dari Poetry Society of America), National Book Award in Poetry, hingga  Book Award in Poetry (dari The New Yorker).

Pada tahun 2020 lalu merupakan tahun yang cukup bersejarah pula baginya, sebab di tahun itu ia dianugerahi penghargaan Nobel Sastra.

Gluck menerima penghargaan tersebut karena puisi-puisinya memiliki keindahan dan pesan yang kuat. Ia mengubah hal-hal yang individual menjadi lebih unirversal.

Gluck juga  dikenal sebagai penyair mitos yang banyak membincangkan tentang kehidupan dan kematian.

Namun, di balik itu, Gluck juga menulis puisi dengan aroma alam yang menyentuh.  Penyair Amerika itu memulai debutnya di dunia sastra pada  tahun 1968 melalui karyanya  berjudul Firstborn.

Debutnya berjalan lancar dan terus menapaki jalan kesuksesan. Ia menjadi buah bibir d dunia sastra, menjadi  salah satu penyair paling terkemuka dalam sastra kontemporer Amerika.

Berikut ini tiga puisi dari Gluck dengan nuansa alam yang indah dan menyentuh:

 

Terbang Malam


 

Inilah saat kau melihat lagi
beri merah di pohon sorbus
dan di langit kelam
burung-burung terbang malam.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2