Melirik Nasib Beruang Kutub di Tangan Pemanasan Global

Klikhijau.com – Sebagai perenang handal, beruang kutub biasa menghabiskan hidupnya di air. Ia memiliki nama  ilmiah Ursus maritimus. Nama lain yang disandangnya adalah beruang es. Ia merupakan beru...

Melirik Nasib Beruang Kutub di Tangan Pemanasan Global
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Sebagai perenang handal, beruang kutub biasa menghabiskan hidupnya di air. Ia memiliki nama  ilmiah Ursus maritimus. Nama lain yang disandangnya adalah beruang es.

Ia merupakan beruang paling karnivora di antara keluarga beruang yang lain. Dan termasuk mamalia besar, beratnya bisa mencapai 400 hingga 600 kilogram. Bahkan ada yang bisa mencapai berat lebih dari 800 kilogram. Tingginya cukup menjulang bisa mencapai lebih dari 2,5 meter.

Dinamai beruang kutub karena ia hidup  di sekitar benua paling utara bumi, yaitu benua Arktik. Sebuah benua yang diliputi es.

Karena hidup di hamparan es, ia kerap digolongkan ke dalam mamalia laut. Tidak heranlah jika mamalia ini menjadi perenang handal, ia bisa berenang hingga 60 mil tanpa henti. Indra penciumannya pun sangat tajam bisa menjangkau bau bangkai dari jarak 20 mil.

Sebagai mamalia yang hidup di benua Artik, beruang kutub juga tidak lepas dari dampak buruk pemanasan global.

Tidak hanya itu ancamannya, tetapi juga secara tradisional menjadi mamalia buruan  para penduduk asli di daerah Kutub Utara.

Padahal ia telah menjadi predator puncak di ekosistem laut Arktik. Ia  menjadi penjaga agar keseimbangan populasi spesies mangsa tetap terjaga.

Namun, pemanasan global dan surutnya lapisan es jadi ancaman yang cukup mengkhawatirkan baginya. Ada sebuah studi baru yang diterbitkan di  Ecosphere yang mengungkapkan hal tersebut.

Terancam pemanasan global

Iya, studi itu mengungkapkan satu fakta bahwa jangkauan mencari makan beruang kutub di kawasan Laut Beaufort telah meningkat sebesar 64% antara 1999 dan 2016 dibandingkan periode 1986-1998. Perubahan tersebut didorong oleh kelangkaan makanan.

Adalah Anthony Pagano yang merupakan seorang peneliti postdoctoral di Washington State University yang memimpin studi tersebut.

Pagano dan rekan-rekannya dari US Geological Survey meninjau data satelit mulai dari tahun 1980-an dan menemukan bahwa beruang kutub mulai bergerak lebih jauh di luar jangkauan mereka. Tujuannya untuk mencari makanan. Habitat es laut yang surut mendorong beruang ke utara untuk mencari makanan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2