Pohon-Pohon yang Andal Menyerap dan Menyimpan Air untuk Mencegah Banjir

oleh -209 kali dilihat
Pohon Beringin, Antara Mitos dan Manfaatnya yang Jarang Diketahui
Pohon beringin tua di Kampus FBS UNM Makassar - Foto/Ist

Klikhijau.com – Tidak pernah ada kerugian ketika menanam pohon. Pohon memberi banyak kepada makhluk hidup, baik sebagai peneduh maupun sebagai penyimpan air.

Ketiadaan pepohonan akan menyebabkan banyak masalah. Banjir hanyalah salah satunya. Untuk mengatasinya, bisa dilakukan dengan menanam banyak pohon.

Dikarenakan pohon mampu menyerap air dan berfungsi sebagai penyimpan air—yang nantinya akan didistribusikan kepada manusia dan makhluk lainnya—termasuk pohon itu sendiri.

Ada beberapa jenis pohon yang sungguh andal dalam dan menyerap air dan menyimpan air. Pohon-pohon ini bisa jadi solusi untuk mencegah banjir di musim hujan dan mencegah kekeringan di musim kemarau.

KLIK INI:  Dua Jenis Burung Ini Menghilang, Kemungkinan Telah Punah

Lalu pohon apa saja yang bisa menyerap dan jadi penyerap dan penyimpan air yang andal, berikut ulasan singkatnya:

  • Pohon bambu

Pohon bernama latin Bambuseae ini memiliki keunggulan dalam menjaga ekosistem air. Ia bisa berperan jadi sistem hidrologis sebagai pengikat tanah dan air.

Bambu memiliki kekuatan untuk  mengikat tanah, terutama pada daerah-daerah lereng. Kemampuannya itu dapat meminimalkan erosi, sedimentasi, dan longsor serta banjir.

Tanaman beruas ini juga bisa jadi gudang penyimpan air dan karbon. Fungsi lainnya adalah bisa menahan kebisingan dan memiliki nilai ekonomis yang baik bagi masyarakat.

Tanaman  ini telah dijadikan sebagai tanaman konservasi air dan tanah di beberapa negara, di antaranya India dan Tiongkok.

Keunggulan dalam menyerap air dan sebagai penyimpan air tanaman ini tidak perlu diragukan. Karena serumpun bambu mampu menahan air hingga 500 liter.

KLIK INI:  Memetik 7 Makna Hidup dari Sebatang Pohon
  • Pohon aren

Arenga Pinnata merupakan nama latin dari aren. Tanaman bisa tumbuh hingga mencapai keinggian 20 meter.

Pohon ini bisa jadi penyimpan cadangan air. Bukan hanya itu, aren atau enau juga mampu memproduksi air, yakni air nira atau tuak.

Dari air yang diproduksinya itulah—terciptalah gula merah (gula aren). Pohon aren dapat tumbuh  pada ketinggian 500- 800 mdpl.

Akar serabut yang dimilikinya dapat  menahan erosi tanah dan mengikat air, khususny air hujan sehingga bisa mencegah terjadinya banjir.

  • Pohon beringin

Dengan kemampuan tumbuh hingga 30 meter. Tanaman bernama latin Ficus benyaamia L ini biasa dijadikan sebagai tanaman peneduh di perkotaan.

Tidak hanya jadi peneduh, tanaman berdaun hijau mengkilat ini dapat pula menghilangkan racun di udara.

Fungsi lain dari beringin, bisa jadi pelindung mata air. Ia memiliki kemampuan mengendalikan penguapan dan menyimpan air dengan baik.

Pohon beringin dapat pula mencegah erosi, longsor, dan banjir karena akarnya cukup kuat untuk  mencengkeram tanah dan menyerap air.

KLIK INI:  7 Fakta Pohon Mimba yang Diadopsi Puteri Indonesia Lingkungan 2020
  • Pohon trembesi

Trembesi adalah tanaman yang banyak di tanam di pinggir jalan. Ia merupakan tanaman yang dapat tumbuh besar. Tingginya bisa mencapai 20 meter lebih.

Karena sering meneteskan air dari cabangnya, maka pohon bernama latin Samanea saman biasa disebut Ki Hujan.

Air yang diteteskan dari cabang-cabangnya itu bukan karena kebetulan. Itu disebabkan oleh kemampuan pohon ini menyerap air yang baik.

Usianya yang bisa mencapai puluhan tahun, menjadikan pohon ini solusi bijak sebagai pencegah banjir dan penyimpan air alami.

  • Pohon randu

Pohon randu dikenal pula dengan nama kapuk randu. Ia berasal dari daratan, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia.

Batangnya cukup besar dan bisa tumbuh hingga ketinggian 30 meter. Tanaman ini memiliki keunggulan dalam hal mencegah erosi, khususnya di daerah lereng gunung.

Selain itu, juga mampu  menyimpan cadangan air. Pohon ini  cocok ditanam sebagai tanaman konservasi dan rehabilitasi.

  • Kepuh

Pohon kepuh adalah pohon sejuta manfaat, mulai dari kulit hingga bijinya. Pohonnya bernama latin Sterculia foetida L ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 30 hingga 40 meter.

Pohon ini  memiliki manfaat luar biasa sebagai penahan air. Bagian atas hingga akarnya yang berukuran  besar berfungsi mengatur siklus hidrologi.

Ia mampu menahan air tanah dalam kapasitas yang  terbilang besar, sehingga bisa dijadikan sebagai pohon pencegah banjir dan penyimpan air.

KLIK INI:  Bukan Hanya Kekasih, Harimau Juga Ngambek Jika Keinginannya Tak Dipenuhi
  • Pohon gayam

Pohon bernama latin Sterculia foetida L ini  bisa tumbuh hingga 20 meter. Ia bisa jadi peneduh pekerangan rumah karena berdaun lebat dan berbunga yang harum.

Gayam sendiri bisa jadi simbol rasa tenang dan tenteram. Apalagi pohon ini digunakan sebagai pohon penahan air.

Air terkesan jinak kepadanya, tidak heran jika dengan mudah air di sekitar pohon ini. Ia  dapat mendekatkan air ke permukaan, dan juga menyimpan cadangan air.

  • Pohon bendo

Tanaman bendo atau benda ini bernama latin Artocarpus elasticus. Pohon ini  masih berkerabat dengan pohon cempedak, nangka, dan  sukun.

Ia banyak tumbuh  di dataran rendah—bisa tumbuh tinggi menjulang mencapai 65 meter. Akarnya  dapat mencengkeram tanah dengan baik. Jadi, bisa diandalkan untuk dan longsoran.

Akarnya juga  mampu menyerap air dari  lapisan tanah yang terdalam. Karakteristiknya membuatnya bisa dijadikan tanaman konservasi air. Ia penting untuk alam.

Hmmmm…

KLIK INI:  Rebung, Bahan Makanan Potensial yang Belum Dilirik