Teruji Secara Ilmiah, Tanaman Obat Zodia Ampuh Atasi Nyamuk DBD

oleh -30 kali dilihat
Teruji Secara Ilmiah, Tanaman Obat Zodia Ampuh Atasi Nyamuk DBD
Tanaman zodia - Foto/Bibit bunga
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Zodia, Ia berasal dari keluarga Rutaceae. Nama yang terdengar tidak asing sebab mirip dengan zodiak. Hanya kurang huruf K saja.

Zodia merupakan penghuni asli Papua, iya zodia adalah tanaman khas  Papua. Bagi masyarakat papua, zodia bukan sekadar tanaman.

Namun, ia adalah “sekutu” yang setia untuk memerangi nyamuk. Di beberapa literatur mengungkapkan orang Papua jika masuk hutan, akan menggunakan daun zodia untuk mengusir nyamuk.

Caranya cukup menggosokkannya ke badan—maka nyamuk tidak akan mendekat. Itu karena daunnya mengandung linoloo dan a-pinena. Dua kandungan ini secara ilmiah mampu mengusir nyamuk .

Untuk menghasilkan  minyak atsiri, daun zodia dapat disuling. Daun tanaman ini   mengandung bahan aktif evodiamine dan rutaecarpine—kedua bahan inilah yang membuat nyamuk tidak suka dengan tanaman ini.

Daun Zodia dapat  digunakan sebagai insektisida nabati yang ramah lingkungan dan tidak mengganggu ekosistem. Kandungan evodiamine, rutaecarpine, dan linalool, a-pinene yang efektif sebagai zat pengusir nyamuk  (Anniza Agustina dkk, 2019)

KLIK INI:  Lerai Rasa Penasaran Tentang Manfaat Buah Naga, Ini 9 di Antaranya!

Jika memlihat dari karakteristik pertumbuhannya, tanaman ini bisa dijadikan tanaman pot, sebab tingginya hanya 0,3 sampai 2 meter. Memiliki daun dewasa 20-30cm.

Ia bisa tumbuh subur pada kada ketinggian 400 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Dan kabar baiknya, meski jadi tanaman khas Papua, ia kini telah banyak dikembangbiakkan di Pulau Jawa. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai tanaman hias.

Daun tanaman zodia menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro),  mengandung linalool sebanyak 46% dan alfa-pinena sebanyak 13, 26%. Sedangnay linalool (3, 7-dimetil-1,6-oktadien-3-ol).

Kandungan ini menurut Anniza Agustina dkk, (2019) merupakan racun kontak yang meningkatkan aktivitas saraf sensorik pada serangga. Hal ini diyakini ampuh  menyebabkan stimulasi saraf motor sehingga menyebabkan kejang dan kelumpuhan pada beberapa jenis serangga.

Dan jika terpapar dalam jangka waktu yang lama bisa mengakibatkan kematian pada nyamuk atau serangga. Fatalnya,  tidak  hanyak menimbulkan efek samping pada manusia maupun lingkungan.

KLIK INI:  Lempuyang Gajah, Rimpang Mujarab untuk Antioksidan hingga Sehatkan Saluran Cerna

Tidak hanya daunnya yang bisa bermanfaat, tapi juga  kulitnya.  Pada rebusan kulit batangnya terdapat terpenoid yang ditemukan secara alam. Ini bisa bermanfaat sebagai pereda demam malaria.

Ampuh mengusir nyamuk DBD

DBD atau demam berdarah dengue  adalah jenis penyakit yang banyak mengancam dan mematikan.

Penyakit ini banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, khususnya di Amerika Tengah, Amerika, Karabia dan Asia Tenggara yang di dalamnya mencakup juga Indonesia.

Penyakit ini cukup meresahkan. Media penyebarannya adalah nyamuk yang bernama Aedes aegypti.  DBD menjadi ancamanya yang nyata dan serius  bagi kesehatan masyarakat di dunia.

World Health Organization (WHO) mengungkapkan jika  setidaknya ada 100 negara di dunia yang menjadi daerah endemik DBD dan sekitar 40% dari populasi dunia (2,5 milyar orang) berisiko terkena DBD.

Untuk memerangi nyamuk penyebab DBD ini. Masyarakat banyak menggunakan “racun” berbahan kimia.

KLIK INI:  Parijoto, Tanaman Liar yang Menjelma Jadi Tanaman Hias Sekaligus Obat

Padahal penggunan bahan kimia memiliki risiko yang besar terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Hal itu dikarenakan  bahan kimia memiliki residu yang bisa menghinggapi  lingkungan.

Sedangkan untuk manusia, bahan kimia bisa  sakit kepala, iritasi, dan hilang ingatan.  Tidak hanya itu, dampaknya juga  bersifat beracun pada beberapa hewan air.

Penggunaan pestisida sintetis untuk mengusir nyamuk, residunya dapat-mencemari tanah, air, dan udara yang mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan (Nursal, 2005).

Dampak buruk lainnya dari penggunaan bahan kimia adalah bisa melahirkan dampak resistensi bagi nyamuk penyebab DBD.

Indonesia, menurut beberapa penelitian bahwa populasi nyamuk yang resisten terhadap berbagai jenis insek-tisida, termasuk piretroid telah merasuki  beberapa daerah di tanah air (Budiman dan  Rahmawati, 2015)

Pengelolaan tanaman obat zodia
KLIK INI:  Ini Tips Agar Tetap Sehat Saat Konsumsi Menu Lebaran

Daun zodia, bisa dipakai secara “manual” yakni tanpa pengelohan. Cukup petik saja lalu gosokkan ke bagain bagian tubuh. Hal ini cukup efektif untuk mengusir nyamuk, termasuk nyamuk penyebab DBD.

Namun, sebenarnya daun zodia bisa diolah jauh lebih “canggih” apalagi tanaman ini mengandung minyak atsiri

Eva Susanty Simaremare dkk, 2017 berpendapat jika zodia bisa dioalh dalam bentuk sabun menggunakan minyak atsiri. Caranya harus melalui prose distilasi uap.

Sabun dari daun zodia memiliki busa yang banyak, pH 8-9, homogen, dan tidak menyebabkan iritasi. Ia memiliki warna putih kekuningan, berbau khas, dan berbentuk padat.

Dengan penambahan 1,4% minyak atsiri zodia akan memiliki daya proteksi 81% terhadap nyamuk Aedes aegypti. Ini bisa jadi pula penambahan konsentrasi minyak atsiri zodia untuk menambah daya proteksi sebagai reppelent.

KLIK INI:  Punya Tanaman Kecubung di Sekitar Rumah Anda? Ini Bahaya dan Manfaatnya

Minyak atsiri zodia bisa   diformulasi dalam bentuk sediaan sabun. Sabun adalah senyawa natrium dan kalium dengan asam lemak dari minyak nabati dan atau lemak hewani berbentuk padat, lunak atau cair, dan berbusa yang dapat digunakan sebagai pembersih.

Dengan menggunakan sabun zodia untuk mandi, diharapkan minyak atsiri yang terdapat dalam sabun dapat menempel pada badan sehingga mampu menghalau nyamuk.

Selain diolah menjadi sabun, tanaman ini juga bisa disulap jadi  lotion anti nyamuk berbahan aktif daun zodia.

Perihal harga, menurut  Suryanti, (2014) lation dapat bersaing dengan anti nyamuk berbahan DEET.  Hal ini disebabkan karena untuk membuat lation, bahan baku yang digunakan tidak perlu impor. Bahan bakunya “melimpah” dalam negeri tercinta ini.

Tidak hanya berhenti pada sabun dan lation saja, tanaman ini juga bisa diolah jadi  insektisida alami dalam bentuk mat dengan metode elektrik.

Apalagi  minyak atsiri daun zodia memiliki aktifitas dalam membunuh nyamuk Aedes aegypti 100% dalam rentang waktu 20-30 menit (Fitriani Diah Lestari dan Eva Susanty Simaremare, 2017)

Karena itu, sudah saatnya kita  beralih  memanfaatkan sumber daya alam, khususnya tanaman yang dianggap bisa mengusir anti nyamuk yang aman, mudah, dan murah serta ramah lingkungan.

Tanaman yang perlu dibudidayakan, salah satunya adalah menanam tanaman anti nyamuk di pekarangan rumah, misalnya tanaman zodia.

KLIK INI:  7 Jenis Buah yang dapat Tingkatkan Imunitas Kekebalan Tubuh