Melirik Nasib Beruang Kutub di Tangan Pemanasan Global

Klikhijau.com – Sebagai perenang handal, beruang kutub biasa menghabiskan hidupnya di air. Ia memiliki nama  ilmiah Ursus maritimus. Nama lain yang disandangnya adalah beruang es. Ia merupakan beru...

Melirik Nasib Beruang Kutub di Tangan Pemanasan Global
Bacakan Artikel

Pemanasan global saat ini, membuat dunia lebih menghangat, lapisan es yang membentuk rak mencair. Hal itulah menyebabkan satwa ini kekurangan makanan.  Akibatnya, ia harus melakukan perjalanan lebih jauh untuk mendapatkan makanan agar bertahan hidup.

“Mereka harus melakukan perjalanan lebih jauh. Itu berarti beruang-beruang ini akan mengeluarkan lebih banyak energi, sehingga dapat mengancam kelangsungan hidup mereka,” kata Pagano.

Menurutnya jika kita ingin melestarikan habitat mamalia yang menakjubkan ini, maka kita perlu fokus pada akar masalahnya, yaitu memperlambat perubahan iklim global.

Es laut kontinental menurut para peneliti terus surut lebih awal dan lebih jauh setiap tahun. Hal ini memaksa beruang kutub untuk mengikuti lautan es untuk mencari makanan.

Perjalanan mamalia besar ini ketika ia bergerak lebih jauh dan lebih jauh ke utara dengan es di musim panas. Setelah itu ia pun harus bergerak kembali di musim gugur dan musim dingin saat es membeku mengambil telah memakan korban yang besar  dari mereka.

“Pekerjaan kami menyoroti dampak mengkhawatirkan dari penurunan es laut pada pola pergerakan beruang kutub.” Terang Pagano.

Bergerak ke pedalaman

Studi ini juga menemukan bahwa sekitar 20 persen dari populasi beruang kutub di wilayah Laut Beaufort menghindari tempat berburu es laut tradisional sepenuhnya.

Beruang lebih suka bergerak ke pedalaman untuk memakan makanan lain seperti bangkai, buah beri, dan bahkan bangkai paus yang ditinggalkan manusia di pantai.

Karena kelangkaan makanan, maka mereka terkadang berkumpul sekitar 50 hingga 100 ekor beruang kutub yang berkumpul di sekitar bangkai paus. Mereka  bersaing satu sama lain untuk mendapatkan makanan.

“Seiring dengan semakin banyak beruang yang bergerak di darat, saya menduga akan ada lebih banyak kompetisi untuk sumber makanan ini. Dan kita mungkin akan mulai melihat penurunan lebih lanjut dalam kelimpahan dan kelangsungan hidup mereka,”  tegas Pagano.

Beruang kutub pada tahun 2008 telah ditetapkan sebagai spesies yang terancam. Ia telah mendapat perlindungan melalui Endangered Species Act. Perlindungan itu didapatkan karena habitatnya di Kutub Utara mengalami  pemanasan yang cepat.

Sementara itu, dalam Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) ia telah terdaftar dalam Apendiks II CITES sejak tahun 1975—artinya perdagangan mamalia ini telah diatur, sehingga tidak bisa lagi sembarangan jika ingin diperjualbelikan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2