Merangsang Minat Petani Muda yang Masih Mbalelo

Klikhijau.com - Merangsang minat anak-anak muda untuk terjun ke pertanian memang tidak mudah. Tak heran jika sampai hari ini, jumlah petani di Indonesia masih saja didominasi oleh kaum tua. Anak-anak...

Merangsang Minat Petani Muda yang Masih Mbalelo
Bacakan Artikel

[irp]

Tak hanya itu, sampai buruh tani pun kebanyakan dikuasai pekerja asing. Bahkan saking tak menariknya, pertanian menjadi subyek studi yang semakin tak populer di universitas bagi para mahasiswa. "Kebanyakan anak muda yang belajar pada dunia pertanian berfokus pada pertanian organik," jelasnya.

Kini, pasca pandemi Covid-19, Australia memang masih cukup berjaya sebagai negara dengan ketahanan pangan terbaik di dunia. Australia hanya mengimpor 11% dari kebutuhan pangan domestiknya meski pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan ekspor tertutama pada komoditi seafood dan protein hidup.

Meski demikian, masa depan pertanian Australia tak juga bakal otomatis cerah. Selain isu regenerasi, berbagai isu lain juga menjadi ancaman bagi masa depan pertanian Australia, seperti degradasi lingkungan, dan perubahan iklim.

"Perubahan iklim menyebabkan terjadinya perkembangan hama dan gulma. Kasus kebakaran belum lama ini juga berdampak pada produksi pangan. Suhu rata-rata harian mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hingga 2020 perubahan iklim membawa dampak yang cukup serius bagi pertanian di Australia," pungkas Tayla.

Ayo anak-anak muda Indonesia, mulai bergegas jadi petani muda!

[irp]

Pilih Halaman: