Menilik Kisah Pilu Masyarakat Terdampak Semburan Lumpur Lapindo dalam Film Grit

Klikhijau.com - Hari ini, 29 Mei 2020 tepat 14 tahun peringatan bencana ekologis semburan lumpur yang disebabkan oleh perusahaan Lapindo Brantas terjadi di Sidoarjo. Melalui film Grit, kita bisa melih...

Menilik Kisah Pilu Masyarakat Terdampak Semburan Lumpur Lapindo dalam Film Grit
Bacakan Artikel

Padahal apa yang dikatakan tak sesuai dengan realitas yang terjadi. Masyarakat terdampak hingga saat ini tak mendapat haknya yang setimpal akibat lapindo.

Selain kisah kepentingan manusia yang memikat di Dian dan keluarganya, Friedlander dan Wade memanfaatkan kekuatan visual yang mencekam dari lanskap bekas luka untuk menempa permohonan mendesak.

[irp]

Lumpur terus meningkat, dan diperkirakan akan mengalir selama belasan tahun lagi, dan Grit menyaksikan upaya sia-sia untuk menahan dan mengalihkan, seperti memompa lumpur beracun ke sungai, yang hanya akan menambah dampak lingkungan di perairan.

Ironi yang menyedihkan dari tumpahan lumpur adalah bahwa medan yang retak dan hingga saat ini gas-gas beracun terus menyembul. Hal ini bisa membuat kesehatan masyarakat terganggu seperti banyaknya masyarakat terdampak yang terkena ISPA.

Situs lumpur juga merupakan anugerah bagi para seniman. Dengan begitu banyak lumpur mengalir dari Bumi, orang mungkin juga membuat sesuatu darinya.

Film ini dimulai dan berakhir dengan gambar instalasi di mana puluhan tokoh lumpur berdiri dalam persatuan di tengah-tengah kotoran beracun yang meningkat. Telapak tangan mereka menghadap ke atas dan penduduk menawarkan tanda pengorbanan saat mereka menunggu Lapindo untuk mengakui kesalahannya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: