Menilik Kisah Pilu Masyarakat Terdampak Semburan Lumpur Lapindo dalam Film Grit

Klikhijau.com - Hari ini, 29 Mei 2020 tepat 14 tahun peringatan bencana ekologis semburan lumpur yang disebabkan oleh perusahaan Lapindo Brantas terjadi di Sidoarjo. Melalui film Grit, kita bisa melih...

Menilik Kisah Pilu Masyarakat Terdampak Semburan Lumpur Lapindo dalam Film Grit
Bacakan Artikel

Grit menjelaskan bagaimana dasar tanah lumpur bawah tanah ini bisa muncrat ke permukaan, hingga menewaskan 16 orang dalam ledakan besar, dan menelan banyak korban dalam banjir lumpur. Sekitar 16 desa telah tenggelam di bawah lumpur setinggi 60 kaki.

[irp]

Bermula dari kisah tentang keluarga miskin

Film berdurasi 47 menit ini bercerita tentang keluarga yang menjadi miskin karena kehancuran rumah dan keluarganya mereka yang tidak masuk akal.

Film ini melihat perjuangan untuk keadilan melalui mata Dian, seorang gadis berusia enam belas tahun yang keluarganya terlantar akibat bencana lumpur ini.

Dian menyaksikan tetangga-tetangganya dicekik oleh pemerintah mereka dan bermain sebagai bidak di lanskap yang sangat dipolitisasi, di mana kompensasi dibarter dan dipersenjatai yang membuat korban kehilangan separuh bahkan seluruh kehidupannya.

Dian adalah karakter yang kuat, bijak dan tangguh, yang melihat melalui harapan palsu. Dia menaruh hatinya pada puisi, menentang pemerintah dan Lapindo karena menghancurkan kehidupan begitu banyak orang yang dia sayangi โ€” dan dia menyalurkan hasratnya ke dalam pendidikan.

[irp]

Orang Sidoarjo yang terlantar seperti penggambarannya dalam Grit bergulat dengan kesadaran bahwa tempat yang mereka sebut rumah tidak lagi memiliki masa depan.

Pesan kritis yang mencerahkan

Film ini juga memperlihatkan wawancara yang memuakkan dengan seorang eksekutif dari Lapindo, yang dengan bangga menggambarkan upaya perusahaan untuk meminimalkan kerusakannya dengan menolak kompensasi kepada penduduk yang tidak dapat membuktikan bahwa mereka kehilangan rumah mereka.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: