Menilik Alasan Penamaan Nona Makan Sirih, Keindahan, dan Manfaatnya

oleh -919 kali dilihat
Menilik Alasan Penamaan Nona Makan Sirih, Keindahan, Manfaatnya
Bunga nona makan sirih-foto/Pixabay/manseok_Kim

Klikhijau.com – Nona makan sirih, nama yang terdengar unik dan nyeleneh, bukan? Namun, percayalah di balik penamaannya tersebut, terselip alasan yang unik pula.

Dinamai demikian karena karena tanaman ini memiliki bunga yang merona merah. Warna merahnya itu menyerupai warna bibir perempuan (nona) yang memakan daun sirih.

Nama ilmiah tanaman ini juga unik, Clerodendrum thomsoniae. Pun demikian dengan penggolongannya dalam anggota suku tanaman. Dulu digolongkan ke dalam Verbenaceae lalu berganti ke anggota suku  Lamiaceae.

Tanaman ini berasal dari  Afrika barat tropis,  yang kemudian tersebar ke seluruh dunia. Kuindahan bunganya menjadikannya lebih populer sebagai tanaman hias penaung.

KLIK INI:  5 Tanaman Hias Primadona yang  Paling Trending dan Seperti Tiada Matinya

Ia memiliki kelopak putih atau ungu pucat, mahkota bunga berwarna merah, panjang 2 cm yang  mirip hati. Pada ujungnya berwarna merah seperti berdarah. Bunganya berwarna putih dan terlihat seperti kantong.

Selain itu, tanaman  yang dalam bahasa inggris dikenal dengan nama bleeding heart atau bagflower ini memiliki bunga yang tersusun sebagai cymose 8 hingga 20 kuntum;

Tanaman dari ordo Lamiales ini  merupakan liana lemah. Ia dapat tumbuh mencapai panjang 4 meter, dengan daun oval sampai memanjang 8 hingga 17 cm.

Daun dari tanaman ini berbentuk bundar telur dengan panjang 8 hingga 17 cm. Pada ujung runcing dan tepinya rata. Pembungaan payung menggarpu, keluar dari ujung ranting atau pada ketiak daunnya

Tanaman ini juga memiliki buah batu, bulat, berwarn hitam dan berisi 2 hingga 4 biji. Ia termasuk tanaman berbentuk perdu yang merambat dan berbunga sepanjang tahun.

KLIK INI:  Tak Hanya Tawarkan Nilai Estetis, Ini Fungsi Lain dari Tanaman Hias
Manfaat nona makan sirih

Nila Ayuanji Halilah dkk, (2017) mengungkapkan tanaman ini  merupakan  tanaman hias  semi  herba  yang  tumbuh  merambat.

Tanaman  ini  merupakan  hasil  hibridisasi dari tanaman Clerodendrum  thomsoniae dan Clerodendrum splendens.

Berdasarkan penelitian Novalia (2014) daun dari tanaman ini berpotensi sebagai antikalkuli.

Air rebusan daunnya diketahui dapat  digunakan  untuk mengobati  radang kronis selaput gendang telinga (pada anak-anak), pelancar air seni dan kencing batu

Tanaman ini juga  dimungkinkan memiliki  potensi  sebagai  tumbuhan  obat. Ekstrak tumbuhan obat sebagai bahan baku, bahan   antara   maupun   bahan   jadi   telah banyak  dimanfaatkan  khasiatnya  sebagai obat bahan  alam. Pada ekstrak etanol pada daunnya positif mengandung flavonoid, fenolik, tanin, dan  steroid.

Parameter  spesifik  daun  nona  makan sirih   meliputi   kadar   sari   larut   air sebesar   12,66%,   kadar   sari   larut etanol 96% sebesar 6% dan kadar sari larut etanol 70% sebesar 2,68%.3.

KLIK INI:  Kenalkan Kitolod, Tanaman Dwifungsi yang Belum Terlalu Dilirik

Sedangkan parameter non spesifik ekstrak etanol daun nona makan sirih meliputi bobot .jenis sebesar 1,016susut pengeringan sebesar 23,332%, cemaran  bakteri  sebesar 2,6  ×  104 koloni/g, dan cemaran kapang sebesar 3,8 × 103koloni/g.

Manfaat lainnya adalah dapat mengobati radang kronis selaput gendang telinga(tympanitis) pada anak, membersihkan racun (toksin), obat sifilis, tifoid, kanker, tekanan darah tinggi hingga penyakit kuning.

 Cara memperbanyak

Jika hendak membudidayakan tanaman ini cukup mudah, sebab bisa dengan cara stek atau menanam dari biji bunga tersebut dengan menancapkan beberapa batangnya saja  ke tanah yang masih lembab dan biarkan tanaman tersebut tumbuh tunas.

Setelah didapat bibitnya pindahkan pada pot yang lebih besar dengan media tanam yang telah dicampur dengan pupuk kandang sebelumnya.

Penyiraman tak perlu sering, cukup teratur saja agar kelembaban media tanam tanamnya terjaga.  Hindari menyiramnya tanaman ini terlalu banyak yang bisa membuatnya tergenang.

KLIK INI:  Kenikir, Tak Hanya Menawarkan Keindahan, tapi Juga Ragam Manfaat Kesehatan

Jika ingin mendapati tanaman ini subur, sesekali harus dipupuk. Upayakanlah menggunakan pupuk organic. Selain itu, rajinlah memangkasnya sehingga memungkinkan  menghasilkan daun dan bunga yang tumbuh lebih sehat.

Hal lain yang mesti dilakukan adalah letakkan tanaman pada lokasi yang terkena sinar matahari penuh. Tanaman ini menyukai jika memperoleh sinar matahari seharian, namun juga toleran  dengan teduh sebagian.

Jika ingin menyaksikan tanaman ini mengeluarkan bunga, maka  sebaiknya tanaman di ruang yang terkena sinar matahari. Ia dapat ditanam di pot atau di tanah sebagai tanaman pergola

Saat ini tanaman bunga nona makan sirih semakin  banyak dibudidayakan karena tampilannya yang cantik dan tidak memerlukan perawatan khusus yang menyita waktu dan isi dompet.

Bagaimana sahabat hijau, tertarik membudidayakan tanaman yang bernama unik dan nyeleneh ini? Jika tertarik, bersiaplah terpesona oleh keindahan bunganya. Hmm.

KLIK INI:  5 Tips Sederhana Merawat Tanaman Pot di Musim Hujan