Mengenal Agave Sisalana, Tanaman yang Bisa Diolah Jadi Bahan Kerajinan

Klikhijau.com โ€“ Agave, mungkin tidak terlalu familiar di telinga kita. Tanaman kaya serat ini sejatinya memiliki manfaat ekonomi yang tinggi bila dikembangkan. Jenis Agave sisalana merupakan satu j...

Mengenal Agave Sisalana, Tanaman yang Bisa Diolah Jadi Bahan Kerajinan
Bacakan Artikel

Getal tanaman ini juga mengandung antiseptik alami yang bisa dipakai dalam mengatasi pertumbuhan bakteri pada usus dan lambung.

Sayangnya, budidaya tanaman sisal semakin jarang dijumpai, karena kalah bersaing dengan adanya serat sintetis. Badan Litbang Kementerian Pertanian (6 Mei 2020) melaporkan, budidaya Agave sisalana di Indonesia hanya dijumpai di Blitar Selatan dengan kondisi tanah berbatu dan berilkim kering. Kini, sejumlah perusahaan baru mencoba mengembangkannya kembali dalam skala lebih luas.

Terbaru, tanaman sisal kabarnya sedang dikembangkan dalam skala perkebunan oleh PT. Sumbawa Bangkit Sejahtera (PT. SBS) di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ini tentu menggembirakan mengingat potensi ekonomi dari tanaman iniย  serta perawatannya yang minim mengingat tanaman ini mampu tumbuh pada tanah beriklim tandus sekalipun.

[irp]

Spesies paling familiar

Dari Jurnal Warta (Edisi 39, 2017) disebutkan bahwa ada banyak spesies agave yang ada di seluruh dunia dengan ragam manfaat, mulai dari penghasil serat, farmasi, tanaman hias hingga bahan minuman tradisional.

Ada tiga spesies Sisal yang dikenal masyarakat Indonesia sebagai penghasil serat antara lain: Agave sisalana, A. cantala, dan A. angustifolia.



  • Agave cantala



Jenis ini biasa dikenal dengan nama nanas sabrang, nanas kosta, atau sisal jawa. Jenis agave ini juga berasal dari Meksiko. Namun proses pengenalan di Indonesia dibawa oleh orang Spanyol dan kemudian mulai dibudidayakan pada abad ke-17.

Selain diambil seratnya, cantala ditanam petani dengan tujuan sebagai pelindung rumah dan ladang dari hewan (Utomo et al. 2003). Hal tersebut karena adanya duri yang besar dan tajam pada kedua tepi daun dan sebuah โ€˜pakuโ€™ di ujung daun.



  • Agave angustifolia



Berbeda dengan jenis lainnya, Agave angustifolia lebih banyak dibudidaya sebagai tanaman hias karena memiliki warna daun yang menawan serta mudah dirawat.

Variasi warna daunnya antara lain hijau muda, hijau tua, kebiruan, hingga hijau tua dengan warna kuning terang di bagian tepinya. Selain warna-warni daunnya yang menarik, jenis ini tampak lebih minimalis ketimbang jenis lainnya.

[irp]

Daunnya juga lebih pendek dan terdiri dari susunan yang lebih banyak. Jumlah daun lebih banyak dimanfaatkan sebagai sumber gen dalam perakitan varietas baru agave. Pengembangan tanaman agave saat ini lebih banyak dibudidayakan pada daerah kering suboptimal dan berkapur.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: