Mendeteksi Satwa Liar di Angkola Selatan dengan Camera Trap

Klikhijau.com - Keberadaan satwa liar yang dilindungi berhasil ditangkap kamera perangkap (camera trap).  salah satu yang berhasil dideteksi adalah harimau sumatera. Kamera itu dipasang dalam periode...

Mendeteksi Satwa Liar di Angkola Selatan dengan Camera Trap
Bacakan Artikel

Kegiatan survei ini merupakan bagian dari kegiatan Sumatra-Wide Tiger Survey (SWTS). KLHK melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan UPT KSDA Wilayah Sumatera Utara melaksanakan SWTS. Tujuannya untuk memperoleh data distribusi harimau, mangsa, ancaman, dan kondisi hutan.

Selain itu, juga terdapat program perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar di luar Kawasan Konservasi melalui pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) dan Kemitraan Konservasi dengan melibatkan masyarakat. Salah satu upaya nyata yang dilakukan, membangun komunikasi dengan para mitra dalam melakukan kesepakatan antara masyarakat dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Menurut Senior Director Terrestrial Program, CII, Nassat D Idris, sebagai mitra pemerintah. CI Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung secara teknis prioritas pemerintah dalam pengelolaan kawasan ekosistem esensial.

"Oleh karena itu, CI Indonesia menginisasi dan mendukung proses multipihak sejak perencanaan awal sampai implementasi dan evaluasi atas pengelolaan kawasan," katanya.

Hasil survei akan ditindaklanjuti oleh KLHK dan pemerintah daerah untuk merumuskan langkah strategis pengelolaan dan pengembangan wilayah secara berkelanjutan. Konservasi satwa dilindungi perlu dilakukan secara multipihak, seperti contoh Tapanuli Selatan dengan luas 433 ribu Ha dengan 50% atau 225 ribu Ha. Di antaranya memiliki sensitivitas lingkungan yang tinggi dilihat dari faktor biofisik dan sosial budaya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: