Mendeteksi Satwa Liar di Angkola Selatan dengan Camera Trap

Klikhijau.com - Keberadaan satwa liar yang dilindungi berhasil ditangkap kamera perangkap (camera trap).  salah satu yang berhasil dideteksi adalah harimau sumatera. Kamera itu dipasang dalam periode...

Mendeteksi Satwa Liar di Angkola Selatan dengan Camera Trap
Bacakan Artikel

Harimau sumatera dinyatakan sebagai spesies berstatus kritis atau sangat terancam punah oleh IUCN ((International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Saat ini populasinya di alam liar diperkirakan tinggal 600 ekor dan terkonsentrasi terutama di luar kawasan konservasi di Sumatera.

Survei ini menunjukkan kekayaan keanekaragaman hayati berada di luar Kawasan Konservasi. Dalam survei singkat ini ditemukan 5 dari 6 kucing liar sumatera, yaitu harimau sumatera, macan dahan sumatera, kucing emas asia, kucing batu, dan satwa lain. Statusnya menurut IUCN dalam kategori kritis, terancam, dan rentan yaitu lutung hitam sumatera, trenggiling , tapir, beruang madu, rusa sambar, kambing-hutan sumatera, dan beruk.

Selain itu, penunjang pakan untuk predator paling tinggi seperti harimau sumatera masih banyak tersedia seperti kijang, babi hutan, pelanduk kancil, rusa sambar dan kambing-hutan sumatera.

Hal ini mengindikasikan masih terdapat proses mangsa-pemangsa (rantai makanan) di dalam kawasan hutan produksi. Menurut Direktur Jenderal Konservasi dan Sumberdaya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno, sekitar 70 persen mamalia dan primata besar yang dilindungi di Sumatera dan Kalimantan. 70 persen itu berada di luar kawasan konservasi. Karenanya perlu keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk konservasi termasuk pelaku usaha sangat strategis, penting, dan mendesak.

[irp]

Dukung proses multipihak

KPHP Angkola Selatan (178.000 Ha) merupakan bagian dari ekosistem Hutan Batang Toru. Fungsi sebagai koridor di antara dua ekosistem besar yaitu ekosistem Gunung Leuser dan Bukit Barisan. Kawasan hutan tersebut memiliki konektivitas dengan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) seluas 108.000 Ha. Seluruh kawasan ini juga termasuk di dalam koridor konservasi Aceh-Sumatera Utara seluas 4,7 juta Ha, koridor ini merupakan daerah jelajah (home range) satwa kunci Sumatera.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: