Melindungi Tanaman dari Patogen Mematikan dengan Rumput Liar

oleh -118 kali dilihat
Falsafah Gulma, Tumbuhan yang Dilabeli Pengganggu Tanaman Lain
Rumput gulma - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Selain gagal panen dan harga anjlok. Hal lain yang mengkhawatirkan bagi petani adalah rumput liar atau gulma

Kebun yang ditumbuhi rumput liar, umumnya tidak menghasilkan panen yang baik. Karena itulah, petani akan berupaya sekeras-kerasnya agar kebunnya terhindar dari gulma.

Agar kebun terbebas dari rumput liar, banyak cara bisa ditempuh para petani. Menyemprotkan pestisida adalah salah satunya.

Rumput liar juga dianggap membawa berbagai penyakit. Pun dapat menyaingi tanaman utama untuk mendapatkan unsur hara tanah.

KLIK INI:  PLTA Jadi Andalah Pertumbuhan Energi Terbarukan

Anggapan bahwa kebun yang bersih dari gulma adalah kebun yang baik. Juga menunjukkan pemiliknya adalah orang yang rajin.

Namun, ada studi yang cukup mengejutkan perihal rumput liar. Studi itu diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.

Menurut studi tersebut bahwa karat batang merupakan salah satu penyakit tanaman yang paling mematikan.

Penyakit tersebut  disebabkan oleh jamur (Puccinia graminis  f. sp . tritici ). Parahnya lagi, penyakit itu telah menggorogoti dan sangat mempengaruhi pertanian sereal sepanjang sejarahnya.

Nah, studi tersebut  menemukan bahwa spesies rumput liar yang tidak jelas (Aegilops sharonensis ). Rumput itu masih  berkerabat jauh gandum. Rupanya memiliki ketahanan yang kuat terhadap jamur mematikan itu.

KLIK INI:  Bagaimana Bisa Makanan Cepat Saji Mengandung Bahan Kimia?
Pemburu mutan

Cara peneliti menemukan temuan tersebut, ditempuh dengan menggunakan teknik bioinformatika baru untuk mengurutkan untuk pertama kalinya genom Aegilops sharonensis , rumput liar asli Israel dan Lebanon selatan.

Dengan menggunakan peta genetik dan alat pencarian yang disebut “Pemburu Mutan”. Mereka mengidentifikasi sebuah gen yang tampaknya memberikan perlindungan kuat terhadap semua galur yang diuji dari jamur karat batang gandum.

Menariknya, karena tahan dari jamur dan masih kerabat dengan gandum. Rumput liar itu  dapat dikawin silangkan menjadi gandum. Tujuannya agar gandum memiliki kekebalan terhadap jamur tersebut.

“Kami sekarang memiliki gen blockbuster yang memberikan kekebalan luar biasa. Jika saya karat batang, saya akan gemetar di spora saya, ” kata Dr. Brande Wulff, rekan penulis studi, yang juga merupakan seorang peneliti gandum di Universitas Sains dan Teknologi King Abdullah .

Sementara itu, ahli genetika di John Innes Center, Dr. Guotai Yu mengatakan, hal itu  merupakan perjalanan penelitian yang sulit. Sebuah penelitian yang berlangsung bertahun-tahun.

“Tetapi, kami sekarang telah menemukan gen ini yang memberikan resistensi spektrum luas. Kami belum menemukan isolat patogen yang dapat mengatasi gen tersebut,” katanya.

KLIK INI:  5 Fakta Unik Bunga Kantil yang Melekat dalam Tradisi Masyarakat Jawa
Menggunakan gen baru

Dr. Guotai Yu merupakan penulis utama studi tersebut. Bersama  rekan-rekannya berencana untuk menggunakan gen baru sebagai bagian dari tumpukan gen yang dibiakkan menjadi varietas gandum umum dengan menggunakan teknologi modifikasi genetik.

Meskipun waktu generasi A. sharonesis yang lama, kulit biji yang keras, dan kesulitan menyilangkannya dengan gandum. Telah membuatnya kurang dapat dikendalikan dibandingkan spesies rumput liar lainnya—untuk ditambang demi sifat genetik yang berguna.

“Patogen seperti karat batang, sudah mengurangi hasil gandum hingga 21 persen. Tidak hanya biji-bijian itu sendiri yang hilang atau rusak oleh patogen. Tetapi juga energi yang digunakan untuk produksi – setara dengan 420 miliar kilowatt. Hal itu cukup untuk memberi daya pada 300 juta rumah di negara berkembang yang terbuang sia-sia. Jika kita dapat mengintervensi genetika, dengan merekrut resistensi yang ditemukan di rumput liar ini, maka itu akan menjadi kontribusi luar biasa bagi pertanian dan perubahan iklim,” tutup Dr. Wulff.

Para ilmuwan berharap bahwa teknologi baru akan membantu mereka kawin silang. Itu untuk gandum dalam mengatasi beban penyakit karat batang. Penyakit yang semakin menempatkan pada populasi sereal pada kondisi mengkhawatirkan.

KLIK INI:  Tahura Mengantar V ke Salemba, Jakarta

Sumber: Inhabitat