Klikhijau.com – Menyebut Dramaga, ingatan kita secara refleks akan membusur ke sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat atau ke alamat kampus Institut Pertanian Bogor (IPB).
Namun, Dramaga ini bukan tentang kecamatan dan alamat sebuah kampus. Dramaga ini adalah tentang sebuah komitmen dalam menjaga hutan Indonesia dan segenap ekosistemnya.
Indonesia memiliki satu profesi yang selalu bersentuhan dengan hutan. Namanya rimbawan. Mereka berprofesi sebagai pengelola hutan atau orang yang selalu memainkan peran dalam kegiatan pengelolaan hutan kearah kelestarian.
Para rimbawan juga dikenal sebagai pengawal atau pengawas kekayaan negara berupa sumber kekayaan hutan. Tugasnya tidak ringan, sebab mereka harus memelihara, melindungi serta meningkatkan kemampuan ekosistem hutan bagi masyarakat.
Kini, dalam menjalankan tugasnya itu, rimbawan “diikat” oleh satu pesan atau komitmen. Namanya Pesan Dramaga. Ada lima kandungan pesan tersebut.
Ketika perhelatan Temu Nasional Rimbawan 2026 yang digelar di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Sabtu, 14 Februari lalu. Rumusan Pesan Dramaga pun dibacakan. Pembacaan Pesan Dramaga menjadi momen penting yang tidak terlupakan.
Adalah Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Prof. Dodik Ridho Nurrochmat yang membacakan pesan tersebut.
Ia membacakannya di hadapan Menteri dan Wakil Menteri Kehutanan, serta sekitar lima ratus rimbawan yang berasal dari berbagai ikatan alumni, perguruan tinggi, dan Pengurus Cabang Sylva Indonesia dari seluruh Indonesia.
Prof. Dodik menjelaskan bahwa Pesan Dramaga adalah komitmen Rimbawan Indonesia. Dramaga menjadi titik tolak komitmen bersama bahwa Rimbawan Indonesia siap mengambil peran lebih besar, lebih strategis, dan lebih bermakna bagi keberlanjutan hutan dan masa depan Indonesia.
Lima Pesan Dramga
- Mengawal kebijakan kehutanan nasional agar tetap berpijak pada sains, keberlanjutan, dan keadilan ekologis.
- Memperkuat peran kampus kehutanan sebagai pusat pemikiran, inovasi, dan solusi kebijakan kehutanan yang objektif, kritis, dan konstruktif, sekaligus sebagai ruang utama pembinaan dan regenerasi rimbawan muda yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kelestarian hutan.
- Mengoptimalkan peran rimbawan sebagai agen perubahan sekaligus meneguhkan korsa rimbawan sebagai kekuatan moral dan intelektual yang menjunjung tinggi etika profesi dalam menghadapi tantangan kehutanan masa depan.
- Membangun dan merawat kolaborasi nasional yang inklusif dan berkelanjutan antar rimbawan dan para pemangku kepentingan.
- Menegaskan peran dan tanggung jawab bersama Rimbawan Indonesia dalam pencegahan, mitigasi, dan pemulihan bencana lingkungan berbasis kehutanan dan pengelolaan lanskap berkelanjutan.
Bukti komitmen
Temu Rimbawan Nasional 2026 menegaskan komitmen Rimbawan Indonesia sebagai mitra strategis Pemerintah, memperkuat sinergi multipihak, serta menguatkan peran kampus dan alumni dalam pengembangan inovasi dan implementasi kebijakan kehutanan.
“Rimbawan Indonesia percaya bahwa masa depan kehutanan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas kolaborasi, integritas profesi, dan keberanian untuk berpikir serta bertindak melampaui kepentingan sektoral,” pungkas Prof. Dodik.
Temu Nasional Rimbawan Indonesia 2026 merupakan wadah konsolidasi Nasional Rimbawan dalam memperkuat korsa, menyatukan langkah, serta menegaskan komitmen kolektif. Tujuannya untuk penguatan dukungan rimbawan terhadap kebijakan kehutanan strategis, penegasan peran kampus kehutanan serta eksistensi alumni dalam mendukung implementasi kebijakan kehutanan nasional.
Setelah membacakan Pesan Dramaga, Prof. Dodik menyerahkan salinan Pesan Dramaga kepada Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang didampingi oleh Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki.
Kegiatan yang digagas DPP Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University dilaksanakan dalam upaya memperkokoh kolaborasi nasional antar ikatan alumni dan organisasi rimbawan.








