Keren, Peneliti Temukan Kepiting Tiga Warna di Gunung Kelam Kalbar

Klikhijau.com – Namanya Lepidothelphusa menneri. Ia termasuk kepiting yang unik. Keunikannya terletak pada warna, ukuran capit, dan asal usul namanya. Warnya terbilang unik karena tidak seperti kep...

Keren, Peneliti Temukan Kepiting Tiga Warna di Gunung Kelam Kalbar
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Namanya Lepidothelphusa menneri. Ia termasuk kepiting yang unik. Keunikannya terletak pada warna, ukuran capit, dan asal usul namanya.

Warnya terbilang unik karena tidak seperti kepiting pada umumnya, yang hanya memiliki satu warna. Kepiting yang dipublikasikan oleh Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Daisy Wowor bersama tim dari National University of Singapore itu. Memiliki tiga warna.

Sementara untuk capitnya, kepiting yang ditemukan di Gunung Kelam, Kalimantan Barat itu juga unik. Karena, dari bentuk kedua capitnya tidak sama, yakni  besar sebelah.

Capit kanannya lebih kecil dari yang kiri. Kondisi capit kiri yang lebih kecil bukan karena pernah terpotong lalu tumbuh lagi, melainkan memang ciri morfologinya yang khas.

Untuk namanya,  diambil dari nama Jochen K. Menner. Manner adalah orang pertama yang kali memberi info tentang keberadaan spesies ini di Kalimantan yang kemudian memfasilitasi pengumpulan spesimen dengan penduduk di Sintang untuk tujuan penelitian.

Khusus warna dari kepiting tiga warna Lepidothelphusa jenis baru ini, memiliki kombinasi warna yang sangat cantik dan unik.

Karapasnya (punggung) licin dengan pola tiga warna yang kontras. Sepertiga bagian tubuhnya, mulai dari bagian kepala dan mata berwarna kuning cerah hingga oranye.

Sementara bagian tengahnya berwarna coklat tua hingga hitam keunguan, dan sisa sepertiga bagian posteriornya berwarna pucat hingga biru cerah.

Kepiting yang dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa Nomor 5397 Volume 2 tanggal 4 Januari 2024 lalu itu. Memiliki ukuran yang mini alias kecil.

”Memiliki tubuh berukuran kecil dengan ukuran sekitar 10 mmx 8.8 mm, dapat dipastikan kepiting ini bukan jenis pemanjat. Untuk menemukannya pun perlu ketelitian, karena kepiting ini hidup di tepi anak sungai yang dangkal dengan substrat kerikil dan batu. Kepiting ini sangat suka bersembunyi dibalik serasah daun dan akar,” jelas Daisy.

Pernah ditemukan tahun 1920

Dalam literasi ilmiah tercatat, kepiting  marga Lepidothelphusa sebelumnya pernah ditemukan Colosi pada tahun 1920 di Sarawak.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2