Kecupan Kemarau

Kecupan Kemarau   Sebelum pergi, kemarau mengecup kerut dahiku Mengorek rasa nyeri dalam rongga benakku Kemarau yang bernama takdir Tak mungkin kulawan Maka kubiarkan saja ia menjilat mata...

Kecupan Kemarau
Bacakan Artikel

[irp]

Lapar memang memalukan!

Kalimat itu pernah kubaca dari sebuah buku puisi yang ditulis orang hilang Sampai kini tak ditemukan

Sebagai buruh pabrik yang nasibnya hampir sama dengannya Tiba-tiba aku merasa takut untuk menulis puisi Takut menjadi lapar dan sibuk menjadi orang yang tak bisa diajak bicara

Tapi bukankah puisi itu senjata yang bisa kau kokang kapan saja? Tapi kenapa pula tanganku gemetar ketika ia ingin bicara dan menuntut keadilan?

Di luar pepohonan nyaris berlarian di hempas angin Sampah-sampah menghuni jalanan Udara berkabut polusi Gagal panen mengintai Satwa menghilang dari habitatnya Dan percakapan-percakapan petinggi partai di televisi masih saja bisa menghiburku Menyelamatkan omongan besar mereka yang tak pernah bisa dibungkam

2023

[irp]

Pilih Halaman: