GAUL’S, Panggilan Generasi Muda untuk Menjadi Agen Perubahan bagi Lingkungan

oleh -36 kali dilihat
Untuk Kepentingan Strategis Nasional, Status Zona Inti Kawasan Konservasi Bisa Diubah 
Ilustrasi pelestarian lingkungan

Klikhijau.com – Sebuah inisiatif nasional yang menyasar generasi muda baru diluncurkan. Namanya Gerakan Aksi untuk Lingkungan dan Solusi Sampah (GAUL’S).

GAUL’S merupakan program baru dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Melalui gerakan tersebut, diharapkan generasi muda berperan sebagai motor perubahan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Saat ini, persoalan sampah memang bikin puyeng. Kota-kota besar di Indonesia sedang dibayangi darurat sampah.

KLIK INI:  Mantap, 13 Kabupaten di Sulsel Diganjar Piala dan Sertifikat Adipura 2023

Peluncuran GAUL’S bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang dilaksanakan di Danau Sunter, Jakarta Utara.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Ayo Pilah Sampahmu!” dan melibatkan lebih dari 1.000 peserta lintas komunitas, termasuk Saka Kalpataru, pelajar sekolah Adiwiyata, Karang Taruna, pelaku usaha, serta petugas kebersihan.

GAUL’S bukan sekadar seremonial kampanye. Ia lahir dari menyelami secara mendalam terhadap kondisi lingkungan yang kian memburuk. Indonesia saat ini memproduksi lebih dari 34 juta ton sampah per tahun, dan 40% di antaranya belum terkelola dengan baik.

Bayangkan, di Jakarta saja, tercatat 3,17 juta ton sampah dihasilkan sepanjang tahun 2024. Data tersebut menggambarkan urgensi tindakan kolektif dalam pengelolaan sampah, dan KLH/BPLH menempatkan generasi muda sebagai pusat dari perubahan strategi.

KLIK INI:  Nurhaji Bongkar Fakta Kualitas Tanah Penentu Panen, Petani Desa Gareccing Sadar Pentingnya Pupuk Organik

“Setiap tahun Indonesia menghasilkan lebih dari 34 juta ton sampah. Di DKI Jakarta sendiri, tercatat sekitar 3,17 juta ton pada tahun lalu. Ini bukan hanya angka, ini cermin realitas bahwa kita semua harus bergerak. Dan generasi muda adalah titik tumpu dari perubahan itu,” ujar Inspektur Utama KLH/BPLH, Winarto,.

Mengubah rasa cemas

Gerakan GAUL’S juga menyasar masalah yang mulai meresahkan kalangan muda: eco-anxiety atau kecemasan terhadap krisis lingkungan. Dalam kegiatan ini, KLH/BPLH mengajak anak muda mengubah rasa cemas menjadi energi perubahan.

Edukasi pilah sampah, pembagian alat biopori dan tong sampah pilah, aksi bersih lingkungan, hingga penobatan duta muda lingkungan melalui Saka Kalpataru menjadi simbol bahwa solusi lingkungan harus lahir masyarakat, dimulai dari langkah kecil namun konsisten.

KLIK INI:  Forum PKDM Minta Hentikan Perambahan Hutan di Tepi Danau Matano

“Jangan biarkan kekhawatiran membuat kalian merasa tidak berdaya. Alihkan itu menjadi kekuatan. Mulai dari memilah sampah, makan habis tanpa sisa, kurangi plastik, hingga mengajak teman-teman ikut dalam gerakan ini,” terang Inspektur Utama KLH/BPLH, Winarto.

Sebagai penutup rangkaian, rombongan KLH/BPLH mengunjungi Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari di RW 01 Sunter Jaya. Lokasi ini menjadi model percontohan karena sukses menerapkan praktik mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis masyarakat. Dari rumah edukasi komposter, bank sampah, hingga daftar industri ramah lingkungan, semuanya menunjukkan potensi komunitas dalam menjawab tantangan iklim secara konkret.

Dalam pidatonya Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, yang dibacakan oleh Inspektur Utama KLH/BPLH, Winarto, menekankan pentingnya membangkitkan kembali nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong dan prinsip “bersih itu sehat” dalam pengelolaan sampah.

Menteri Hanif menyampaikan bahwa budaya Betawi memiliki akar kuat dalam upaya menjaga lingkungan melalui aksi kolektif masyarakat, dan pendekatan ini perlu diberdayakan kembali sebagai fondasi gerakan lingkungan modern.

KLIK INI:  Jaringan Gen Z Jatim Desak DPRD Provinsi Segera Susun Perda Pembatasan PSP

GAUL’S adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan. KLH/BPLH menyadari bahwa keberhasilan agenda lingkungan sangat bergantung pada keterlibatan aktif pemuda yang kini mendominasi demografi kota-kota besar.

Berdasarkan data BPS 2023, lebih dari 58% penduduk Jakarta berusia 15–34 tahun—populasi ini adalah kekuatan transformasional dalam menciptakan Indonesia yang lebih bersih dan hijau.

“Anak muda hari ini adalah penentu wajah Indonesia di masa depan. Jika kita ingin 2045 menjadi masa kejayaan, maka perjuangannya harus dimulai dari sekarang serta dari kebiasaan kecil yang membentuk dampak besar,” pungkas Irtama KLH/BPLH, Winarto. (*)

KLIK INI:  Atasi Persoalan Sampah, BRIN Kembangkan Pilot Project PLTSa Merah Putih