Enno, Pilot Perempuan Bidang Pemetaan KLHK dan Kisahnya yang Maskulin

Klikhijau.com - Betapa pun jua, budaya Indonesia memang berbau maskulinitas. Dalam banyak konteks, semisal berkaitan dengan profesi dan pekerjaan budaya kita cenderung bias gender. Pria diasumsikan...

Enno, Pilot Perempuan Bidang Pemetaan KLHK dan Kisahnya yang Maskulin
Bacakan Artikel

Menghadapi pilihanย adventureย yang terbatas saat tiba di Tanjungpinang, untuk menyalurkan minat, Eno bergabung ke dalam klub fotograri danย offroad. Dunia kerja akhirnya membawa Enno pada hobi baru, terbang.

Enno adalah pilot yang sudah memiliki Sport Pilot License (SPL) dan bekerja di BPKH Wilayah XII Tanjungpinang untuk pemantauan kawasan hutan melalui udara, serta cross country seperti terlihat pada dokumentasi yang selama ini direkamnya (sumber : Facebook Theresia Irna Susilojati).

Tidak hanya dalam lingkup KLHK, Eno juga dipercaya sebagai Ketua Bidang Microlight Trike di Federasi Aero Sport Indonesia Daerah (FASIDA) Tanjungpinang dan sering diundang dalam acara Pengurus Besar (PB) FASI Pusat di Jakarta.

Sampai dengan saat ini, Enno telah memiliki jam terbang diatas Pilot BPKH lainnya, dan pernah melakukan penerbangan di berbagai tempat yaitu di Purbalingga, Taman Nasional Alas Purwo, Jember, Aero Asia Tech, Cibubur, Jakarta, Tegal, Papak, Banten, Tanjung Lesung, Banten, Atambua, Nusa Tenggara Timur, dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

[irp posts="3837" name="Ayo Tiru Gaya Hidup Mantan Putri Indonesia, Agni Pratistha yang Ramah Lingkungan!"]

Memetakan hutan dan lahan dengan trike Microlight

Saat menjalankan tugas memetakan hutan dan lahan, Enno menerbangkan trike Microlight bermesin Rotax 912 buatan Australia Airborne.

Pesawat dengan kode panggilan di udara Papa-Kilo-Sierra 1-7-1 itu memiliki motor pendorong berkekuatan 80 tenaga kuda yang mampu dipacu hingga kecepatan 70 knots (setara dengan 140 kilometer perjam).

Trikeย adalah pesawat yang diciptakan untuk olahraga. Jangan membayangkan instrumen radar cuaca, avionik maupun alat komunikasi yang rumit tertanam di konsol kokpitย trike.

Hanya beberapa instrumen sederhana seperti altimeter, penunjuk putaran mesin, dan kecepatan. Penunjuk arah terbang menggunakan perangkatย Global Positioning Systemย (GPS) yang ditempelkan pada bagian depan pilot. Trike itu terbang visual, jadi kebanyakan serba manual.

Tapi di situ asyiknya, ucap Enno. Enno adalah pilot di bagian pemetaan kawasan hutan, perubahan dalam penggunaan lahan dan mendeteksi satwa liar di daerah pedalaman dan daerah yang sulit diakses.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: