Tentang Ria, Perempuan yang Bertarung dalam Kobaran Api di Hutan

Klikhijau.com - Kiprah perempuan dalam kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut mewarnai gaung Hari Kartini setiap tanggal 21 April. Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan La...

Tentang Ria, Perempuan yang Bertarung dalam Kobaran Api di Hutan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Kiprah perempuan dalam kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut mewarnai gaung Hari Kartini setiap tanggal 21 April. Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Manggala Agni, di Indonesia melibatkan sejumlah perempuan dalam keanggotaannya.

Dari siaran pers KLHK, sekurangnya lima persen dari jumlah anggota Manggala Agni yang tersebar pada 33 daerah operasional (Daops) di Indonesia adalah perempuan.

Fitria Sri Handayani (29), perempuan yang biasa dipanggil Ria adalah salah seorang anggota Manggala Agni - Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK.

Ria bertugas di Daerah Operasional Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat sejak tahun 2008. Semangat Kartini memperjuangkan emansipasi perempuan Indonesia sungguh menginspirasi baginya.

Selain fitrahnya sebagai ibu dan seorang istri, perempuan sekarang dapat berkiprah dan berkarya untuk memajukan daerah bahkan negara. Perempuan yang akrab dipanggil Ria ini awalnya ditempatkan sebagai tenaga kesekretariatan hingga tahun 2014.

Setelah itu selama tiga tahun menjadi pengolah data sistem pendeteksi cuaca dan kebakaran. Ria dipercaya menjadi pendamping desa pada Kelompok Kerja Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Dalam keseharian tugasnya, Ria jalani dengan tekun dan penuh semangat. Berbagai tugas di pundaknya berhasil ditunaikan dengan baik, jabatan Komandan Regu kini disandangnya. Ria adalah satu-satunya sosok perempuan yang menjadi Komandan Regu Manggala Agni di Indonesia.

Ketika awal bergabung menjadi Manggala Agni, saya berpikir bahwa pekerjaan yang akan saya lakukan hanya berhubungan dengan urusan komputer dan perkantoran. Namun ternyata lebih dari itu.

Seiring berjalannya waktu, Manggala Agni telah membentuk karakter dan jati diri saya. Menjadi Manggala Agni, saya belajar bagaimana berinteraksi dengan masyarakat dan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengendalian kebakaran, ungkap Ria.

Dalam sebuah perbincangan, Ria menyampaikan bahwa untuk menjadi seorang pahlawan, tidak harus dengan berperang melawan penjajahan seperti jaman kemerdekaan dulu. Banyak hal yang bisa dilakukan yang bisa bermanfaat untuk bangsa dan negara kita, Indonesia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2