Energi Baru Terbarukan di Desa, Paradoks dalam Kepingan Harapan

Klikhijau.com โ€“ Energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan menggiurkan. EBT di sini merujuk pada sumber-sumber energi alternatif dan berkelanjutan (sustainabl...

Energi Baru Terbarukan di Desa, Paradoks dalam Kepingan Harapan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan menggiurkan. EBT di sini merujuk pada sumber-sumber energi alternatif dan berkelanjutan (sustainable) yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui.

Beberapa sumber-sumber energi baru terbarukanย antara lain: energi matahari, tenaga air, gelombang laut, tenaga angin, panas bumi dan biogas. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang besar, sumber-sumber energi terbarukan tersebut juga melimpah.

Sayangnya, potensi pemanfaatan EBT di Indonesia belum maksimal. Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), penggunaan energi bersih dan terbarukan di Indonesia baru mencapai kisaran 6% dari bauran energi nasional.

Ini tentu satu hal yang amat paradoks. Dengan melihat potensi energi terbarukan yang tersebar, penyediaan energi dalam negeri khususnya di pelosok mestinya dapat terpenuhi.

Menurut data Institute for Essential Services Reform (IESR), Potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia untuk ketenagalistrikan mencapai 443 GW, meliputi panas bumi, air dan mikro-mini hidro, bioenergi surya, angin, dan gelombang laut.

[irp]

Sedangkan, potensi tenaga surya di Indonesia memiliki porsi terbesar, lebih dari 207 MW, disusul dengan air dan angin.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: