Dari ‘Sang Pemimpi’ Kita Tahu, Ujung Pertambangan adalah Sengsara

Klikhijau.com –  Sang Pemimpi, telah menjadi salah satu novel yang menggugah kesadaran kita. Termasuk dalam hal pendidikan dan kesadaran lingkungan. Novel fenomana itu merupakan  novel yang ditulis...

Dari ‘Sang Pemimpi’ Kita Tahu, Ujung Pertambangan adalah Sengsara
Bacakan Artikel

Pemanfaatan besar-besaran itu membawa ancaman kerusakan lingkungan. Dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dunia pertambangan telah banyak berlalulintas dibahas media, bahkan film  dokumenter sexy killers (pertambangan batu bara) menampilkannya lebih vulgar

Bahkan bekas galian tambang pun telah banyak menelan korban jiwa. Polusi dan percemaran yang ditimbukan telah membuat banyak masyaratat terampas kesehatan dan mata pencahariannya.

Namun, meski begitu dampak ekonominya juga ada, semisal waktu Indonesia dilanda krisis moneter di tahun 1997-1998. Masyakarak Pulau Bangka dan Belitung menyandarkan asap dapurnya pada timah.

Dalam novel Sang Pemimpi, yang berlatar tahun 1990-an. Digambarkan jika kerusakan lingkungan yang telah ditimbulkan oleh salah satu perusahaan timah, yakni PN Timah telah sangat besar. Ini tergambar pada halaman 77-38

“Kami membahas kerusakan lingkungan karena ulah PN Timah dan jumlah ganti rugi yang akan kami tuntut karena tanah ulayat kamu rusak berantakan.

“Tiga miliar untuk air minum yang tercemar phyrite, empat miliar untuk risiko kontaminasi radio aktif, tujuh miliar konpensasi beban psikologis karena kesenjangan sosial, dan dua miliar untuk hancurnya pelanduk,” usul Arai berapi-api.

Pada kutipan itu, Andrea telah mengabarkan kepada pembacanya, kepada kita semua bahwa PN Timah dalam novel tersebut telah merampas “keindahan” lingkungan Belitong, membuat jurang pisah di antara masyarakat. Melahirkan ancaman kesehatan dan juga tambang menghancurkan habitat satwa, khususnya pelanduk.

[irp]

Lahirkan kesenjangan sosial

Setiap perusahaan yang berdiri pada suatu daerah, kebanyakan melahirkan kesenjangan sosial antara penduduk asli daerah tersebut dan pendatang yang menjadi karyawan di perusahaan itu.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: