Dana Stimulus Hijau Dunia Salah Sasaran, Hanya Sedikit untuk Pemulihan Lingkungan

Klikhijau.com โ€“ Paket dana stimulus hijau yang dikucurkan dunia di masa pandemi Covid-19 yang nilainya mencapai ratusan miliar dinilai salah sasaran. Faktanya, paket stimulus tersebut justru mendorong...

Dana Stimulus Hijau Dunia Salah Sasaran, Hanya Sedikit untuk Pemulihan Lingkungan
Bacakan Artikel

Sementara Jerman meluncurkan โ€œPaket (Stimulus) untuk Masa Depanโ€, dengan mengalokasikan dana untuk reboisasi/penghijauan dalam skala masif, pembangunan infrastruktur hijau terutama di sektor energi dan transportasi, termasuk membiayai kegiatan penelitian dan pengembangan.

[irp]

Secara umum, ada enam kategori stimulus utama yang bisa diadopsi oleh negara-negara dunia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka dalam jangka pendek dan jangka panjang, serta mempercepat transisi ke masa depan yang lebih berkelanjutan. Keenam kategori tersebut mencakup:


  1. Memberikan dana talangan ke perusahaan dengan persyaratan atau โ€œklausul hijauโ€.

  2. Berinvestasi di solusi berbasis alam, seperti konservasi hutan hujan tropis dan pertanian berkelanjutan

  3. Memberikan pinjaman dan hibah untuk investasi hijau

  4. Memberikan insentif berupa subsidi atau pengurangan pajak untuk produk hijau dan disinsentif berupa penghapusan subsidi untuk produk pencemar lingkungan.

  5. Mengucurkan subsidi untuk kegiatan penelitian dan pengembangan hijau atau โ€œGreen R&Dโ€.

  6. Memperkuat regulasi lingkungan dan tidak sebaliknya.


Bagaimana dengan Indonesia?

Sebagai anggota G20, bagaimana kinerja Indonesia? Laporan ini menunjukkan, Indonesia telah menggelontorkan stimulus fiskal lebih dari $75 miliar hingga Desember 2020. Namun paket stimulus awal Indonesia sebagian besar masih berfokus pada dukungan untuk perawatan kesehatan dan subsidi perekonomian.

[irp]

Laporan ini menyatakan, Indonesia juga telah memberikan dukungan yang substansial ke bisnis dengan memberikan insentif pajak, pinjaman dan jaminan โ€“ untuk industri dan pertanian. Indonesia memberikan subsidi listrik dan bahan bakar kepada masyarakat dan perusahaan.

Namun, secara keseluruhan, laporan Vivid Economics menilai, skor indeks kebijakan stimulus Indonesia masih negatif: sebagian besar stimulus Indonesia dinilai masih berdampak buruk bagi lingkungan.

Hal ini diperparah dengan kebijakan Indonesia yang masih terus memberikan subsidi bahan bakar fosil yang mencemari lingkungan dan menyebar polusi iklim.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: