Bahaya Laten Penggunaan Styrofoam bagi Kesehatan dan Lingkungan?

Klikhijau.com โ€“ Penggunaan styrofoam sebagai pembungkus makanan rasanya semakin massif. Apakah ini berbahaya atau tidak pada kesehatan manusia? Perihal ini memang sangat kontroversial. Ada yang men...

Bahaya Laten Penggunaan Styrofoam bagi Kesehatan dan Lingkungan?
Bacakan Artikel

Ahmad berpendapat stirena dalam kadar tersebut setara dengan kandungan yang terdapat di dalam kayu manis, daging sapi, biji kopi, stroberi, kacang, dan tepung yang lazim dan aman dikonsumsi manusia sehari-hari.

Walau begitu, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sebelumnya telah melarang penggunaan styrofoam karena mengandung benzena, yang merupakan satu dari empat komponen toksin pemicu kanker selain toluena, etilbenzena, dan xilena.

Di sejumlah Negara seperti di Jepang penggunaan Styrofoam memang dilarang keras karena alasan kesehatan manusia. Terlepas dari masalah kesehatan yang mengancam dan kontroversi di baliknya, Styrofoam kini mengancam lautan dan ekosistem di dalamnya. Yang pada ujungnya juga akan mengancam kesehatan manusia melalui rantai makanan.

Penggunaan styrofoam

Faktanya, penggunaan styrofoam kini semakin massif di Indonesia. Padahal, pada mulanya, benda satu ini adalah solusi karena lebih ekonomis, lebih efisien dan praktis. Namun, karena harganya yang murah itulah memicu laju produksi dan penggunannya.

Hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2018 di 18 kota di Indonesia menemukan, terdapat sekitar 0,27 juta ton hingga 0,59 juta ton sampah masuk ke laut Indonesia. Sungguh mencemaskan, ternyata jenis sampah yang paling dominan adalah styrofoam.

[irp]

Angka ini berpotensi bertambah di tahun-tahun mendatang. Terlebih, Pemerintah belum membuat semacam kebijakan khusus yang mendorong pembatasan pemakaian styrofoam.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: