Bahaya Laten Penggunaan Styrofoam bagi Kesehatan dan Lingkungan?

Klikhijau.com โ€“ Penggunaan styrofoam sebagai pembungkus makanan rasanya semakin massif. Apakah ini berbahaya atau tidak pada kesehatan manusia? Perihal ini memang sangat kontroversial. Ada yang men...

Bahaya Laten Penggunaan Styrofoam bagi Kesehatan dan Lingkungan?
Bacakan Artikel

Faktanya, jenis sampah satu ini tergolong paling bebal karena baru bisa terurai atau hancur setelah 50 tahun. Bahkan, bisa lebih lama lagi mencapai jutaan tahun, hingga ada yang menyebutnya sampah abadi.

Tidak sampai di situ, styrofoam tidak seperti kemasan plastik sekali pakai lainnya yang bisa dijual kembali atau didaur ulang. Temuan daur ulang benda menyebalkan satu ini masih terbatas.

Pada saat yang sama, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga belum menetapkan semacam formula yang tepat untuk pemusnahan styrofoam.

KLHK pernah mengusulkan agar sampah satu ini harus dibakar menggunakan insinerator dengan teknologi standar (sebagaimana rekomendasi LIPI), sehingga emisinya tidak merusak lingkungan.

Namun, hingga saat ini penangan serius belum juga dilakukan. Sementara masyarakat umumnya mengatasi sampah styrofoam dengan tiga cara: membakar, membuang ke TPA atau membuang ke sungai.

Walhasil, benda ini acapkali dijumpai bergentayangan di lautan dan di pantai. Persis seperti data World Fund for Nature (WWF) yang mencatat bahwa dunia saat ini memproduksi hampir 300 juta ton plastik setiap tahun. Sebagian besar diantaranya tidak didaur ulang dan kebanyakan diantaranya di buang ke laut.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: